WATAMPONE — Kabut asap terpantau menyelimuti Kota Watampone, Kecamatan Tellu Siattinge, Kecamatan Dua Boccoe, hingga Kecamatan Ajangale. Berdasarkan rilis BMKG per 13 Oktober 2026, Kabupaten Bone masuk dalam wilayah zona kuning bersama 11 wilayah lain di Sulawesi Selatan, sementara 12 wilayah lainnya berada dalam kategori sedang.
Warga Kota Watampone, Warda, membenarkan kondisi tersebut. "Berkabutmi juga Bone, lumayan merata kabutnya," ucapnya.
Hal serupa disampaikan Ilham, warga Desa Solo, Kecamatan Dua Boccoe. "Pagi ini langit diselimuti kabut. Jarak pandang juga terbatas," ungkapnya.
Konsentrasi PM2.5 Tembus 85,3 Mikrogram per Meter Kubik
Indikator yang menjadi perhatian adalah konsentrasi partikel halus PM2.5. Stasiun Klimatologi BMKG di Maros mencatat angka 85,3 µg/m³, yang masuk kategori tidak sehat.
Partikel berukuran sangat kecil itu dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan dalam konsentrasi tinggi berpotensi menimbulkan iritasi mata dan tenggorokan hingga memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit pernapasan lain.
Kelompok yang paling rentan adalah anak-anak, lanjut usia, serta warga dengan riwayat penyakit pernapasan.
Kemarau Panjang dan Karhutla di Lima Kabupaten Turut Berperan
Kondisi udara di Sulawesi Selatan diduga dipengaruhi musim kemarau berkepanjangan, minimnya curah hujan, serta kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah. Kebakaran lahan tercatat terjadi di Pangkep, Bantaeng, Enrekang, Toraja Utara, dan Luwu Utara.
Asap dari luar wilayah juga dapat berkontribusi terhadap penurunan kualitas udara, bergantung pada arah dan kecepatan angin. Minimnya hujan membuat partikel debu dan polutan lebih sulit tersapu dari atmosfer.
Kondisi itu diperparah ketika asap kebakaran bercampur dengan polutan lain di atmosfer.
Plt Kadinkes Bone: Terapkan Protokol Kesehatan
Dinas Kesehatan Kabupaten Bone mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan. Warga disarankan memakai masker dengan benar saat beraktivitas di luar ruangan agar paparan partikel halus berkurang.
Masyarakat juga dianjurkan mengurangi aktivitas fisik berat di luar rumah. "Perlu diterapkan protokol kesehatan. Konsumsi makanan bergizi, perbanyak olahraga dan terpenting menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan," ungkap Plt Kadis Kesehatan Bone, drg Yusuf Tolo.
Selain itu, warga diminta menutup jendela dan pintu ketika asap masuk ke lingkungan permukiman untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah.
Pemantauan informasi kualitas udara dan perkembangan cuaca dari sumber resmi juga dianjurkan. Penguatan upaya pencegahan kebakaran lahan dinilai perlu agar sumber asap dapat ditekan dan risiko gangguan kesehatan warga diminimalkan.