MAKASSAR — Kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan menjadi ajang Pemprov Sulsel menyampaikan sejumlah kebutuhan strategis daerah. Hadir Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI Evita Nursanty beserta anggota, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, dan tamu undangan lainnya. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan aspirasi terkait pengembangan industri, UMKM, pariwisata, konektivitas, hingga dukungan kebijakan dari pemerintah pusat.
3 Juta UMKM Terdaftar, Pembinaan Pemprov Dinilai Belum Cukup
Andi Sudirman menyoroti besarnya potensi UMKM Sulsel yang saat ini sekitar 3 juta unit telah terdaftar. Pemprov Sulsel disebut terus melakukan pembinaan, mulai dari fasilitasi sertifikasi, peningkatan kualitas kemasan produk, hingga bantuan peralatan usaha.
"Sulawesi Selatan memiliki potensi UMKM yang sangat besar. Saat ini, sekitar 3 juta UMKM telah terdaftar di Sulsel. Pemerintah provinsi terus melakukan berbagai upaya pembinaan, mulai dari fasilitasi sertifikasi, peningkatan kualitas kemasan produk, hingga pemberian bantuan peralatan usaha. Akan tetapi itu tidak pernah cukup. Karena itu, kami meminta adanya intervensi dan bantuan untuk UMKM masyarakat kami," ungkap Gubernur.
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat diperlukan agar pelaku UMKM bisa meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas jangkauan pasar. Ia berharap aspirasi yang disampaikan dalam reses tersebut diperjuangkan di tingkat pusat.
"Kami berharap apa yang kami sampaikan ini dapat diperjuangkan di pusat. Kami memohon agar ke depan Sulawesi Selatan mendapat perhatian lebih, khususnya dalam perjuangan mengembangkan 3 juta UMKM kita," tutupnya.
Bajubodo.com Jadi Andalan Pemasaran Produk UMKM
Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pemasaran, Pemprov Sulsel memiliki platform lokapasar lokal bernama Bajubodo.com. Platform itu dikembangkan untuk mendukung pemasaran produk UMKM melalui sistem katalog elektronik (e-katalog) dan dapat dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat.
Gubernur berharap keberadaan platform tersebut terus diperkuat melalui standardisasi produk, peningkatan kualitas, serta perluasan akses pasar. "Kita ingin ada dukungan untuk daerah, termasuk bantuan terkait UMKM kita. Sulsel sebagai hub Indonesia Timur sudah sepantasnya memiliki platform dan standar yang dapat mendukung pengembangan UMKM," tegasnya.
Posisi Sulsel sebagai Hub Indonesia Timur
Dalam pertemuan itu, Andi Sudirman menegaskan posisi Sulawesi Selatan sebagai hub di Indonesia Timur dan salah satu barometer pengembangan industri, UMKM, serta pariwisata di kawasan tersebut. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sistem konektivitas dan kebijakan insentif daerah untuk mendukung pertumbuhan sektor industri.
"Kami tentu berterima kasih kepada rombongan Komisi VII yang melihat kondisi Sulsel sebagai hub, terutama sebagai barometer pengembangan industri, UMKM, pariwisata, dan bidang lainnya," ujarnya.
Komisi VII Prioritaskan Infrastruktur Laut dan Tol
Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk menggali informasi sekaligus mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi daerah. Komisi VII juga memberi perhatian pada penguatan promosi pariwisata dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Potensi pariwisata di Sulawesi Selatan bagus sekali. Kita melakukan penguatan promosi wisata dan penguatan SDM," ujarnya.
Evita menyampaikan berbagai aspirasi Pemprov Sulsel akan ditindaklanjuti. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kebutuhan memperkuat infrastruktur, khususnya infrastruktur laut dan jalan tol, guna mendukung konektivitas serta pertumbuhan ekonomi daerah.
"Apa yang menjadi keinginan dari Pemprov itu akan ditindaklanjuti. Paling prioritas itu infrastruktur laut dan tol," ungkapnya.