Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalihkan fokus pembangunan jalan program Multi Years Project (MYP) Paket 1 ke pengerjaan sarana pendukung, meliputi drainase, bahu jalan, trotoar, dan median. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyatakan penataan kawasan dilakukan bertahap di ruas jalan yang tersebar di Makassar, Gowa, Sinjai, dan Bulukumba. Paket proyek tahun jamak ini mencakup penanganan 13 ruas jalan dan 7 titik longsor.
MAKASSAR — Pekerjaan lanjutan proyek tahun jamak Paket 1 Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memasuki tahap penyempurnaan sarana pendukung jalan. Sejumlah ruas yang tersebar di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Bulukumba menjadi lokasi penataan median, jalur pedestrian, trotoar, hingga saluran drainase. Penanganan ini menyusul rampungnya perkuatan struktur badan jalan pada 13 ruas dan 7 titik longsor akibat bencana.
Penataan Median hingga Drainase Dilakukan Bertahap
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyebut penataan kawasan dikerjakan secara bertahap pada sejumlah ruas jalan. Cakupan pekerjaan meliputi median jalan, pedestrian, trotoar, dan saluran drainase.
"Saat ini penataan kawasan kita lakukan secara bertahap, termasuk median jalan, pedestrian, trotoar hingga saluran drainase di sejumlah ruas," kata Andi Sudirman di Makassar.
Menurut Gubernur, pekerjaan lanjutan diarahkan untuk melengkapi fungsi jalan agar lebih aman dan nyaman bagi aktivitas masyarakat. Perkuatan struktur badan jalan tetap menjadi bagian dari keseluruhan proyek.
Manhole Hertasning hingga Bahu Beton di Sinjai dan Bulukumba
Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Rosyadi merinci pekerjaan di masing-masing ruas. Di Jalan Hertasning, Makassar, pekerjaan berlanjut pada pemasangan manhole untuk pedestrian.
Pada ruas Jalan Aroepala, dilakukan pengecoran beton plat penutup saluran drainase sebagai bagian dari penataan kawasan jalan. Sementara di ruas Batas Gowa–Tondong, Kabupaten Sinjai, pekerjaan difokuskan pada bahu beton fc 15 MPa.
Pekerjaan serupa dikerjakan pada ruas Tanete–Tanaberu di Kabupaten Bulukumba dengan pembangunan bahu jalan menggunakan beton fc 15 MPa. Adapun di ruas Batas Bulukumba–Sanjai–Sinjai, pekerjaan memasuki tahap penanganan hasil galian dengan Cold Milling Machine (CMM).
"Seluruh tahapan tersebut dilaksanakan secara bertahap mengikuti progres pekerjaan di masing-masing ruas," pungkas Rosyadi.
13 Ruas dan 7 Titik Longsor dalam Satu Paket Proyek
Program MYP Paket 1 Pemprov Sulsel mencakup penanganan 13 ruas jalan dan 7 titik lokasi longsor akibat bencana. Keempat wilayah yang menjadi lokasi pekerjaan adalah Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Bulukumba.
Penataan median jalan, jalur pedestrian, trotoar, dan sistem saluran drainase disempurnakan di wilayah-wilayah tersebut. Pekerjaan sarana pendukung ini melengkapi perkuatan badan jalan yang lebih dulu dikerjakan.