LUWU UTARA — Kepala UPTD Dinas PU Provinsi Sulawesi Selatan, Bahrun, menyatakan proses pekerjaan di lapangan terus berjalan dan kini memasuki tahapan penting. Jembatan sedang dirakit sebelum ditarik melintasi bentang sungai.
"Saat ini jembatan dalam proses perakitan dan penarikan setengah bentang. Rencananya, hari ini kami lakukan penarikan penuh ke sisi sebelahnya," ujar Bahrun.
Pernyataan itu disampaikan Bahrun tanpa menyebut tanggal spesifik. Ia hanya mengatakan proses penarikan penuh direncanakan berlangsung pada hari yang sama saat keterangan diberikan.
Enam Desa yang Akan Terhubung
Jembatan Bailey ini menghubungkan enam desa di Kecamatan Seko, salah satu wilayah paling terpencil di Luwu Utara. Keenam desa tersebut selama ini terkendala akses jalan dan penyeberangan menuju pusat pemerintahan kecamatan.
- Embonatana
- Tanamakaleang
- Hoyane
- Beroppa
- Tirobali
- Malimongan
Selama ini warga dari desa-desa itu harus menempuh jalur memutar atau menyeberang sungai untuk mencapai ibu kota Kecamatan Seko. Kondisi tersebut menyulitkan mobilitas harian, terutama saat musim hujan ketika debit air meningkat.
Distribusi Hasil Pertanian Jadi Pertimbangan Utama
Kehadiran jembatan diharapkan memperlancar mobilitas warga sekaligus memudahkan distribusi hasil pertanian. Akses pelayanan publik dan aktivitas ekonomi warga juga menjadi pertimbangan pembangunan infrastruktur ini.
Selama ini arus barang dan hasil pertanian dari desa menuju pusat-pusat ekonomi di Seko bergantung pada jalur terbatas. Dengan tersedianya akses penghubung, warga dari enam desa diharapkan lebih mudah menjangkau pusat pemerintahan kecamatan dan memperoleh layanan dasar.
Sinergi Pemkab Luwu Utara dan Pemprov Sulsel
Bahrun menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, khususnya Bupati Andi Abdullah Rahim, selama proses pengerjaan di lapangan. Menurutnya, dukungan tersebut membuat tim tetap bisa bekerja di wilayah dengan tantangan geografis berat.
"Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh Pemkab Luwu Utara, terkhusus Bapak Bupati, yang senantiasa memfasilitasi kebutuhan tim di lapangan," katanya.
Pembangunan Jembatan Bailey ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah Seko. Pengerjaan fisik dilakukan Dinas PU Bina Marga Provinsi Sulawesi Selatan, sementara Pemkab Luwu Utara memfasilitasi kebutuhan tim di lapangan.
Usulan pembangunan jembatan berasal dari Bupati Andi Abdullah Rahim. Realisasi proyek ini disebut sebagai wujud sinergi Pemkab Luwu Utara dan Pemprov Sulawesi Selatan dalam mempercepat pemerataan infrastruktur hingga wilayah terpencil.
Setelah penarikan bentang selesai, tahap berikutnya adalah penyelesaian konstruksi jembatan agar bisa segera difungsikan. Belum ada keterangan resmi soal target waktu peresmian dari dinas terkait.