Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi menekankan pentingnya akurasi data dalam upaya penurunan stunting saat mengunjungi UPT Puskesmas Bua Tallulolo, Kabupaten Toraja Utara. Di puskesmas tersebut, sebanyak 127 balita tercatat mengalami stunting berdasarkan hasil pengukuran Agustus 2026. Fatmawati meminta Pemkab Toraja Utara menginventarisasi alat antropometri yang rusak di 28 puskesmas untuk dilaporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel.
MAKASSAR — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi menyoroti pentingnya kualitas data sebagai fondasi intervensi pemerintah dalam penanganan stunting. Penekanan itu disampaikan saat ia mengunjungi UPT Puskesmas Bua Tallulolo, Kabupaten Toraja Utara, dalam rangkaian kunjungan kerja ke wilayah pegunungan Sulsel.
Menurut Fatmawati, data yang akurat menentukan apakah bantuan gizi dan program intervensi benar-benar sampai ke anak yang membutuhkan. Tanpa data yang presisi, pemerintah berisiko salah sasaran dalam menyalurkan sumber daya.
127 Balita Stunting di Puskesmas Bua Tallulolo
Di Puskesmas Bua Tallulolo, tercatat 127 balita mengalami stunting berdasarkan hasil pengukuran Agustus 2026. Angka itu menjadi potret nyata beban yang masih harus ditanggung Sulawesi Selatan di sektor kesehatan anak.
Fatmawati menyebut tren penurunan data hingga Agustus menunjukkan progres positif. "Namun, melihat penurunan tren data hingga Agustus ini, artinya anak-anak kita sudah selangkah lagi keluar dari zona stunting," ujarnya.
Ia tetap mengingatkan bahwa Sulawesi Selatan masih harus bekerja keras menekan angka stunting agar berada di bawah rata-rata nasional.
28 Puskesmas Diminta Inventarisasi Alat Antropometri Rusak
Dalam kunjungan tersebut, Fatmawati meminta Pemerintah Kabupaten Toraja Utara menginventarisasi alat antropometri yang mengalami kerusakan di 28 puskesmas. Data kerusakan itu selanjutnya dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Alat antropometri menjadi instrumen kunci dalam pengukuran pertumbuhan anak. Jika alat rusak atau tidak terkalibrasi, hasil pengukuran bisa keliru dan berimbas pada ketepatan intervensi.
"Betapa pentingnya akurasi data. Jangan hanya fokus dengan penanganan kuratif untuk anak-anak stunting, tetapi alangkah baiknya kita berfokus kepada promotif preventif," kata Fatmawati.
Dorong Keluarga Rutin ke Posyandu dan Puskesmas
Fatmawati mendorong keluarga untuk memperhatikan pemenuhan gizi anak serta rutin membawa mereka ke puskesmas maupun posyandu. Pemantauan pertumbuhan dan kesehatan secara berkala dinilai lebih efektif mencegah stunting ketimbang penanganan setelah anak terlanjur ter