TAKALAR — Kegiatan di Desa Timbuseng itu menandai Sulawesi Selatan sebagai lokasi utama pelaksanaan aktivasi SPPG untuk wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi serta sangat tinggi. Selain Andi Sudirman dan Sudaryono, peresmian dihadiri Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Andi Rachmatika Dewi, dan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye.
Sebaran 480 SPPG yang diaktifkan menyentuh 16 provinsi dan 116 kabupaten/kota di Indonesia Timur. Komposisinya terdiri dari 211 SPPG mitra mandiri dan 269 SPPG terpencil.
Mengapa Sulsel Dipilih Jadi Lokasi Utama Peresmian
Andi Sudirman menyampaikan apresiasi kepada BGN karena Sulawesi Selatan dipercaya menjadi tuan rumah aktivasi SPPG wilayah 3T. Menurutnya, keberadaan dapur layanan gizi di kawasan tersebut penting agar anak-anak memperoleh makanan bergizi secara rutin.
"Kami ucapkan terima kasih kepada Kepala BGN karena memilih Sulsel untuk peresmian SPPG wilayah 3T. Kami tentu mengapresiasi Bapak Kepala BGN membuka atau mengaktivasi SPPG terutama di daerah 3T dan memiliki prevalensi stunting yang tinggi," kata Andi Sudirman.
Ia menilai kebutuhan gizi anak di wilayah 3T perlu menjadi perhatian khusus, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah dengan keterbatasan akses layanan dasar.
"Karena masyarakat di 3T, anak-anaknya tentu berharap ingin diberi makan setiap hari dengan makanan yang bergizi," ujarnya.
Pemprov Sulsel Minta Perluasan Dapur SPPG ke Wilayah Kepulauan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan siap mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi dalam skala besar. Andi Sudirman mengingatkan bahwa program dengan cakupan luas membutuhkan pembenahan dan kerja berkelanjutan agar pelaksanaannya berjalan optimal.
"Kita berharap banyak dilakukan pembenahan. Semua kegiatan-kegiatan kita ketika banyak program dan sifatnya masif tentu harus ada kerja keras di belakang semua itu untuk dilakukan perlahan dan bertahap untuk melakukan pembenahan," tuturnya.
Pemprov Sulsel berharap jangkauan program diperluas ke daerah yang selama ini menghadapi kendala akses. Wilayah kepulauan dan daerah terpencil menjadi perhatian karena kondisi geografis menyulitkan pelayanan merata.
"Kita tentu sangat mendukung, mensupport terus Bapak Kepala BGN dan berharap tentu dilakukan perluasan dapur SPPG terutama di wilayah pulau-pulau, daerah terpencil dan wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi di Sulsel," pungkas Andi Sudirman.
480 SPPG di 116 Kabupaten/Kota Indonesia Timur
Aktivasi 480 SPPG memperluas jangkauan layanan pemenuhan gizi ke lebih banyak kabupaten dan kota di kawasan timur Indonesia. Program ini menyasar wilayah dengan tantangan geografis serta akses pelayanan dasar yang terbatas.
Dukungan pemerintah daerah dan pembenahan bertahap diharapkan memperluas layanan SPPG, khususnya bagi anak-anak di wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi. Peresmian di Takalar menjadi penanda keterlibatan berbagai unsur dalam aktivasi SPPG di Indonesia Timur.