Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mendorong orang tua dan guru memperketat pengawasan penggunaan gawai anak untuk melindungi mereka dari bahaya media sosial dan internet. Ajakan itu disampaikan saat meninjau pemberian tablet tambah darah kepada siswi SMP Negeri 1 Rantepao, Kabupaten Toraja Utara. Fatmawati menekankan perlunya penerapan screen time proporsional bagi anak di era digital.
MAKASSAR — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi menilai perkembangan teknologi membawa dua dampak sekaligus bagi generasi muda. Kemudahan mengakses informasi yang up-to-date berjalan seiring dengan risiko dampak negatif jika tidak disikapi bijak. Karena itu, ia meminta orang tua dan guru mengambil peran aktif dalam mengawasi penggunaan gawai anak.
Ajakan tersebut disampaikan Fatmawati dalam keterangannya di Makassar. Ia menyoroti tantangan yang dihadapi guru dan siswa di era digital, terutama soal penggunaan media sosial dan internet di lingkungan sekolah maupun rumah.
Screen Time Proporsional Jadi Kunci
Fatmawati berharap orang tua dan guru menerapkan screen time secara proporsional bagi anak. Menurutnya, pembatasan waktu layar bukan sekadar aturan teknis, melainkan bagian dari upaya melindungi tumbuh kembang anak.
"Era digitalisasi ini ibarat dua sisi mata uang. Kalau kita mempergunakan secara bijak, tentu dengan mudah kita akan mengakses segala macam informasi yang up-to-date dan memberikan kemudahan," ujarnya.
"Tapi di sisi lain, ini juga bisa berdampak negatif kalau kita tidak bijak," sambung Fatmawati saat meninjau pemberian tablet tambah darah kepada siswi SMP Negeri 1 Rantepao, Kabupaten Toraja Utara.
Keamanan Penjemputan Siswa Ikut Disorot
Selain soal gawai, Fatmawati mengingatkan pentingnya perlindungan anak dari aspek keamanan fisik. Ia menyoroti mekanisme penjemputan siswa di sekolah yang perlu menjadi perhatian bersama.
Menurutnya, aspek keamanan di lingkungan pendidikan tidak bisa diserahkan hanya kepada pihak sekolah. Orang tua, guru, dan pengelola sekolah perlu menyepakati prosedur yang jelas agar siswa terlindungi sejak keluar dari gerbang sekolah.
Disdik Sulsel Instruksikan SOP Pembatasan Gawai
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan menginstruksikan seluruh SMA sederajat di daerah itu menyiapkan standar operasional prosedur terkait pelaksanaan pembatasan gawai dan media sosial bagi siswa.
Kepala Disdik Sulsel Iqbal Najamuddin mengatakan pembatasan perlu dilakukan karena memberikan dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak.
"Sekolah buat SOP pembatasan penggunaan gawai. Jadi ketika pembatasan dilakukan, misalnya saat memasuki lingkungan sekolah atau sudah jam belajar, maka semua gawai dikumpul di satu tempat khusus yang telah disediakan," ujarnya.
Langkah Disdik Sulsel itu melengkapi imbauan Wagub agar pengawasan tidak berhenti di lingkungan sekolah. Kolaborasi antara kebijakan dinas, kesadaran orang tua, dan kedisiplinan siswa menjadi kunci menghadapi tantangan generasi muda di era digital.