MAKASSAR — Guru Kimia MAN 2 Kota Makassar, Hj Nurhamida Yusuf, bersama guru Informatika Chaerul Akbar mengembangkan KIMORA, singkatan dari Kimia Monitoring and Reasoning AI. Alat bantu pembelajaran itu dirancang untuk membuat praktikum kimia lebih mudah, interaktif, sekaligus inklusif.
KIMORA merupakan perangkat hybrid yang memadukan alat fisik dengan sensor dan sistem digital berbasis suara. Bentuknya menyerupai dispenser berwarna pink dan dihiasi figur kucing, dengan tiga nozzle untuk mengukur tiga parameter sekaligus.
Three in One: Suhu, pH, dan TDS Air
Nurhamida menjelaskan alat tersebut mampu mengukur tiga indikator sekaligus dalam satu perangkat. Sistem digital dan suara AI membuat siswa bisa berinteraksi selama proses pembelajaran, sehingga praktikum tidak hanya mengandalkan pengamatan visual.
"Jadi alat ini kami buat untuk mengukur tiga indikator, three in one, yakni suhu, pH, dan TDS air," kata Nurhamida di sela-sela event kompetisi Bakti BCA Bootcamp Teacher Tech Championship Indonesia Timur 2026 di Makassar.
Bagi Nurhamida, KIMORA bukan sekadar alat ukur. Perangkat tersebut dirancang sebagai media investigasi yang dapat digunakan lintas materi dan bahkan lintas mata pelajaran.
Berawal dari Siswa Buta Warna di Laboratorium
Gagasan KIMORA berangkat dari kebutuhan yang benar-benar ditemui Nurhamida di kelas. Seorang siswa buta warna mengalami kesulitan ketika harus menentukan tingkat keasaman larutan menggunakan kertas lakmus.
Persoalan sederhana di ruang laboratorium itu menjadi titik awal lahirnya inovasi. Nurhamida tidak ingin keterbatasan siswa menjadi penghalang untuk belajar.
Guru MAN Pinrang Bawa Aplikasi Matematika Berbasis Permainan
Semangat serupa terlihat dari inovasi dua guru MAN Pinrang, Muhammad Zakkir dan Iim Sugianto. Kedua guru Matematika tersebut mengembangkan aplikasi berbasis web yang membawa konsep bermain sambil belajar ke dalam pembelajaran matematika.
Zakkir mengaku awalnya mengikuti kompetisi tersebut hanya karena mendapat informasi dari kepala madrasah. Ia pun mencoba mendaftar bersama rekannya.
"Awalnya coba-coba saja. Kita niat nekat saja, bismillah," katanya.
Kompetisi Guru Berbasis Teknologi di Indonesia Timur
Kedua inovasi tersebut dipresentasikan dalam Bakti BCA Bootcamp Teacher Tech Championship Indonesia Timur 2026 yang digelar di Makassar. Ajang ini mempertemukan guru-guru dari berbagai madrasah dan sekolah di kawasan timur Indonesia untuk berbagi gagasan pembelajaran berbasis teknologi.
KIMORA dan aplikasi matematika MAN Pinrang menjadi contoh bagaimana persoalan spesifik di ruang kelas dapat mendorong lahirnya solusi teknologi yang menyasar kebutuhan siswa secara langsung.