LUWU — Kebakaran lahan yang melanda tujuh desa dan kelurahan di Kabupaten Luwu memasuki pekan keempat tanpa tanda-tanda padam total. Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Latimojong menaksir luasan terdampak melebihi 50 hektare yang tersebar di enam titik panas atau hotspot.
Kepala KPH Latimojong, Hasrul, mengatakan angka tersebut masih bersifat sementara. Petugas belum melakukan pemetaan ulang secara detail karena fokus lapangan masih diarahkan untuk pemadaman dan pengawasan aktivitas warga di lokasi karhutla.
"Kalau total luas pada 6 titik hotspot yang ditangani perkiraannya lebih dari 50 hektare, cuma belum dipetakan lagi, karena masih fokus teman ke kegiatan pemadaman api dan pengawasan aktivitas masyarakat di lokasi terjadinya karhutla," ujar Hasrul, Senin (31/8/2026).
Tujuh Wilayah Terdampak, Api Terus Merambat ke Timur
Titik kebakaran pertama muncul di Desa Kadong-kadong pada Senin (3/8). Setelah api di lokasi tersebut berhasil dipadamkan, muncul titik-titik baru di sejumlah wilayah lain.
Karhutla kini menyebar di Desa Kadong-kadong, Cimpu, Buntu Babang-Lumika, Malenggang, Bukit Harapan, Tiromanda, dan Kelurahan Noling. Hasrul menyebut api di titik paling timur masih aktif bergerak.
"Pertama titik itu di Kadong-kadong, setelah padam muncul lagi titik-titik lainnya dan sekarang masih terbakar yakni dari Kelurahan Noling menyeberang ke Desa Buntu Babang-Lumika," beber Hasrul.
Pemicu: Pembakaran Lahan Sawit dan Suhu Udara Tinggi
Hasrul menduga kebakaran dipicu aktivitas warga yang membuka lahan dengan cara membakar. Api dari pembukaan lahan tersebut kemudian menjalar ke area hutan karena kondisi permukaan kering.
"Penyebarannya dikarenakan warga bakar kebunnya, tapi menyebar ke hutan. Ditambah suhu udara sangat tinggi sehingga mudah memantik penyebaran api lebih cepat," ungkapnya.
Faktor cuaca menjadi perhatian utama petugas. Suhu ekstrem di wilayah Luwu dalam beberapa pekan terakhir membuat tanah dan vegetasi kering menjadi bahan bakar yang mudah terbakar. Percikan kecil pun mampu memicu kobaran yang sulit dikendalikan.
Warga Diminta Buat Sekat Bakar dan Lapor Cepat
KPH Latimojong mengimbau warga untuk menghentikan sementara praktik pembakaran lahan hingga musim kemarau berakhir. Jika kebakaran terjadi, warga diminta melakukan isolasi awal sebelum bantuan datang.
Hasrul meminta warga segera melaporkan kejadian kebakaran ke pemerintah setempat agar diteruskan ke tim pengendalian karhutla tingkat kabupaten.
"Jika terjadi kebakaran lahan, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah melakukan isolasi penyebaran api dengan membuat sekat bakar, kemudian segera laporkan ke pemerintah setempat untuk disampaikan ke tim pengendalian karhutla tingkat kabupaten, termasuk KPH Latimojong," pungkasnya.