MAKASSAR — Pemerintah pusat menetapkan tujuh kabupaten di Sulawesi Selatan sebagai prioritas pembangunan Sekolah Rakyat pada periode 2026-2027. Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel Abdul Malik Faisal menyebut pembangunan fisik direncanakan mulai berjalan pada Oktober 2025.
Ketujuh daerah yang masuk daftar prioritas itu adalah Kabupaten Luwu Utara, Enrekang, Pinrang, Kepulauan Selayar, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), serta Toraja Utara.
Kriteria Lahan Jadi Syarat Utama
Malik Faisal menjelaskan, penetapan tujuh daerah ini tidak terlepas dari kesiapan lahan yang sudah disiapkan masing-masing pemerintah kabupaten. Syarat dasar administratif dan kelayakan lokasi dinilai telah terpenuhi.
"Insyaallah sesuai informasi akan dimulai pembangunannya pada Oktober tahun ini," ujarnya di Makassar, Rabu.
Dibandingkan provinsi lain, Sulsel disebut termasuk yang paling banyak menerima rencana pembangunan Sekolah Rakyat. Hal ini menjadikan provinsi ini salah satu fokus utama program sosial pemerintah pusat.
Sebelumnya, 9 Sekolah Rakyat Dibangun 2025
Pada tahun 2025 ini, sebanyak sembilan Sekolah Rakyat tengah dibangun di Sulsel dengan total anggaran mencapai Rp2,3 triliun. Lokasi pembangunan tersebar di Kota Makassar, Kabupaten Bone, Sinjai, Soppeng, Sidrap, Takalar, Tanah Toraja, hingga Kabupaten Wajo.
Dengan tambahan tujuh daerah prioritas pada periode berikutnya, total penyebaran Sekolah Rakyat di Sulsel akan menjangkau hampir seluruh wilayah kabupaten/kota. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjangkau anak-anak dari keluarga prasejahtera yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan formal. Pemerintah daerah setempat kini menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan pembangunan di masing-masing lokasi.