Pencarian

Makassar Gaungkan Pendidikan Inklusif-Berkualitas di Hari Pendidikan Nasional

Sabtu, 02 Mei 2026 • 15:38:56 WIB
Makassar Gaungkan Pendidikan Inklusif-Berkualitas di Hari Pendidikan Nasional
Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 di Makassar menampilkan peserta dengan pakaian adat sebagai simbol komitmen pendidikan.

Makassar menjadi lokasi penting peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 yang digelar Sabtu (2/5/2026) di Lapangan Karebosi. Seluruh peserta upacara tampil mengenakan pakaian adat, menandai komitmen kolektif terhadap pendidikan nasional.

Pendidikan sebagai Fondasi Membangun SDM Unggul

Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar menyampaikan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi dan meneguhkan kembali semangat pendidikan nasional. Appi mengatakan bahwa pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dijalankan dengan ketulusan, penuh kasih sayang, dan bertujuan untuk memanusiakan manusia.

Pendidikan, lanjutnya, adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah serta potensi kodrati manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta membentuk watak dan peradaban yang bermartabat.

Appi menghubungkan konteks pembangunan nasional dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita, yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh demi mewujudkan Indonesia yang maju, makmur, dan bermartabat.

Lima Kebijakan Strategis Peningkatan Mutu Pendidikan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas. Appi menyampaikan pernyataan resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti: "Pendekatan ini untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna, mendalam, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik secara menyeluruh."

Untuk mendukung implementasi tersebut, pemerintah telah menetapkan lima kebijakan strategis. Pertama, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Appi mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, program revitalisasi telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan, sementara digitalisasi melalui penyediaan papan interaktif digital telah digunakan di lebih dari 288.000 satuan pendidikan.

Kebijakan kedua fokus pada peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru. Pemerintah memberikan beasiswa sebesar Rp 3.000.000 per semester bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan minimal melalui program rekognisi pembelajaran lampau (RPL). Berbagai pelatihan seperti Pembelajaran Mendalam, bimbingan konseling, koding dan kecerdasan artifisial, kepemimpinan sekolah, serta penguatan kemampuan bahasa juga terus diberikan. Pemerintah juga meningkatkan kesejahteraan guru melalui sertifikasi dan pemberian insentif, termasuk bagi guru honorer.

Penguatan Karakter dan Akses Pendidikan Inklusif

Kebijakan ketiga adalah penguatan karakter peserta didik melalui penciptaan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan nyaman. Program ini mencakup inisiatif seperti Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Makan Bergizi Gratis, serta penguatan kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka untuk membentuk karakter dan kepemimpinan siswa.

Kebijakan keempat berkaitan dengan peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan literasi dan numerasi, pengembangan bidang STEM (Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika), serta pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen evaluasi pembelajaran.

Kebijakan kelima—yang menjadi fokus utama pesan Appi—adalah perluasan akses pendidikan yang inklusif, mudah, dan fleksibel bagi seluruh masyarakat. Pemerintah membuka berbagai jalur pendidikan seperti sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh, dan sekolah terbuka. Termasuk layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus melalui penguatan sekolah inklusi dan sekolah luar biasa.

Fondasi Kuat Ekosistem Pendidikan dalam 18 Bulan Terakhir

Dalam kurun waktu 18 bulan terakhir, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah meletakkan fondasi kuat dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua melalui penguatan ekosistem pendidikan yang melibatkan empat pusat utama: sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Pemerintah juga terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan mitra strategis, guna mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia.

Mengakhiri sambutannya, Appi menekankan bahwa keberhasilan kebijakan pendidikan sangat ditentukan oleh tiga faktor utama: mindset yang maju, mental yang kuat, serta misi yang lurus. Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan demi Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat.

Bagikan
Sumber: detik.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks