Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menilai Muslim Life Fair (MLF) berperan signifikan dalam mengangkat ekosistem ekonomi lokal. Acara yang diselenggarakan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) ini melibatkan lebih dari 113 pelaku usaha dari berbagai sektor, dengan komposisi 80 persen UMKM lokal dan 20 persen dari luar daerah.
Wadah Kolaborasi Pengusaha
Dalam sambutannya saat pembukaan MLF, Gubernur Andi Sudirman menekankan bahwa kegiatan ini berkontribusi dalam mengangkat UMKM melalui aktivitas jual beli di Sulawesi Selatan. Ia menilai MLF menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan, meningkatkan kapasitas, sekaligus memperkenalkan produk unggulan kepada pasar yang lebih luas.
Ketua Panitia MLF, Taufik Suryahidayat, mengungkapkan penyelenggaraan tahun ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan sejak 2019 dalam membangun ekosistem halal di kawasan Indonesia Timur. Menurutnya, Makassar bukan sekadar tuan rumah, tetapi sudah sangat siap menjadi pusat kebangkitan ekosistem halal di Indonesia Timur.
Kegiatan Pendukung Bernilai Edukatif
Selain pameran dagangan, MLF juga menghadirkan beragam kegiatan pendukung yang bernuansa keislaman dan pengembangan keterampilan. Rangkaian acara mencakup kajian keislaman, perlombaan Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) untuk anak-anak, serta kegiatan edukatif lainnya guna membina generasi muda.
Panitia juga menyelenggarakan kegiatan olahraga sunnah seperti memanah, nonton bareng film inspiratif, dan kelas-kelas inspiratif yang membahas pemasaran dan kewirausahaan. Program ini dirancang guna mendukung transformasi digital UMKM dan meningkatkan kompetensi pelaku usaha di Sulawesi Selatan.
Dukungan Lintas Institusi
Keberhasilan penyelenggaraan MLF tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TP PKK Kota Makassar, instansi vertikal, hingga lembaga terkait seperti BPJPH dan BPOM. Kolaborasi lintas sektor ini mencerminkan komitmen bersama agar produk halal dapat menjadi kekuatan utama ekonomi lokal.
Panitia berharap rangkaian kegiatan MLF tidak hanya mendorong transaksi ekonomi, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keislaman serta meningkatkan kualitas pelaku usaha di Sulawesi Selatan. Dengan momentum ini, diharapkan Muslim Life Fair dapat terus menjadi wadah kolaborasi dan pengembangan potensi umat serta memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai pusat ekonomi halal di Indonesia Timur.