GOWA — Sebanyak 13 negara dipastikan ambil bagian dalam turnamen golf amatir internasional South Sulawesi Amateur Open Golf (SSAO) Series 4 yang akan digelar di Padivalley Golf Club, Gowa, pada 22–24 September 2026. Para pegolf mancanegara itu berasal dari India, Korea Selatan, Jepang, Bangladesh, Mongolia, Filipina, Malaysia, Vietnam, Singapura, Hong Kong, China, Thailand, dan tuan rumah Indonesia.
Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) Sulawesi Selatan, Yunan Yunus Kadir, menyebut ajang ini menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga golf di daerahnya. Ia menilai antusiasme peserta yang terus meningkat dari tahun ke tahun membuktikan daya tarik Sulsel di kancah internasional.
"SSAO Series 4 merupakan momentum yang sangat baik bagi perkembangan golf di Sulawesi Selatan. Tahun ini kami melihat antusiasme dan partisipasi yang semakin besar, termasuk kehadiran peserta dari berbagai negara," kata Yunan.
Tema "Harmony of Toraja" sengaja diangkat sebagai identitas utama SSAO Series 4 tahun ini. Tema tersebut tidak sekadar hiasan seremonial, melainkan representasi keberagaman yang bertemu dalam satu harmoni di lapangan golf.
Melalui tema ini, panitia ingin memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan, khususnya Toraja, kepada para peserta dan tamu internasional secara langsung. Para pegolf asing tidak hanya akan bertanding, tetapi juga mendapat ruang untuk mengenal tradisi dan kearifan lokal yang menjadi daya tarik utama pariwisata Sulsel.
Partisipasi lintas negara dalam SSAO Series 4 memperkuat posisi ajang ini sebagai salah satu event olahraga yang berpotensi mendorong pengembangan sport tourism di Sulawesi Selatan. Kehadiran puluhan atlet dari Asia dan sekitarnya membuka ruang interaksi serta pertukaran budaya antarnegara.
Yunan menambahkan, semakin luasnya partisipasi internasional menunjukkan bahwa Sulawesi Selatan memiliki peluang nyata untuk tumbuh sebagai salah satu destinasi golf internasional di Indonesia. Padivalley Golf Club Gowa dinilai memiliki fasilitas yang mumpuni untuk menyelenggarakan event berskala global.
Dengan jadwal yang masih sekitar satu tahun lagi, persiapan panitia dipastikan akan berlangsung matang. Ajang ini diharapkan tidak hanya menjadi pertandingan olahraga, tetapi juga etalase budaya yang membawa nama Sulawesi Selatan ke panggung dunia.