Komisi B DPRD Sulsel Bakal Panggil BMKG Makassar, Petakan Daerah Terdampak Kekeringan Sebelum APBD Perubahan

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:14:02 WIB
Komisi B DPRD Sulsel menjadwalkan pemanggilan BMKG Makassar untuk memetakan daerah terdampak kekeringan sebelum pembahasan APBD Perubahan.

MAKASSAR — Komisi B DPRD Sulawesi Selatan berencana memanggil Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar untuk memetakan daerah yang paling terdampak musim kemarau berkepanjangan. Pemanggilan ini dijadwalkan sebelum pembahasan APBD Perubahan, yang menurut rencana mulai bergulir pada September.

Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Andi Azizah Irma Wahyudiyati, mengatakan pihaknya membutuhkan gambaran detail mengenai wilayah yang diperkirakan mengalami kekeringan paling parah. Data tersebut nantinya menjadi dasar penentuan prioritas bantuan, seperti sumur bor dan pompanisasi.

Bantuan Pemerintah Tidak Cukup Jika Dibagi Merata

Azizah menilai bantuan berupa pompa air dan sumur bor yang selama ini dilakukan pemerintah belum tentu menjangkau seluruh wilayah terdampak. Ia menegaskan alokasi bantuan harus diarahkan ke daerah yang benar-benar membutuhkan intervensi cepat.

“Kalau berharap bantuan seperti itu, yakin dan percaya tidak cukup kalau dibagi merata. Makanya kita mau lihat betul mana yang menjadi prioritas dan yang sangat membutuhkan bantuan pemerintah,” ujarnya.

Ancaman Gagal Panen Hampir Merata di Seluruh Daerah

Azizah menyebut hampir semua kabupaten/kota di Sulsel berpotensi mengalami gagal panen. Wilayah seperti Wajo disebutnya sudah pasti terancam, dan kondisi serupa diperkirakan terjadi di banyak daerah lain.

“Hampir semua daerah. Di Wajo juga pasti terancam gagal panen. Jadi banyak daerah yang akan terancam gagal panen dan hampir merata,” katanya.

Meski sebagian lahan pertanian kemungkinan sudah terdampak, Azizah menilai pemerintah masih punya ruang untuk melakukan langkah antisipasi. Upaya ini dilakukan agar kerugian petani saat panen nanti bisa diminimalkan.

Hasil Pemetaan BMKG Jadi Dasar Kebijakan Penanganan Kekeringan

Komisi B menargetkan rapat dengan BMKG digelar sebelum pembahasan perubahan anggaran dimulai. Hasil pemetaan dan prediksi BMKG nantinya diharapkan menjadi acuan pemerintah dalam menentukan kebijakan penanganan kekeringan, termasuk pengalokasian bantuan.

“Kita perlu tahu lebih detail kondisi wilayah-wilayah krusial di Sulsel. Dengan begitu, intervensinya bisa lebih tepat dan tidak hanya bersifat menunggu ketika petani sudah mengalami gagal panen,” pungkasnya.

Azizah mengapresiasi langkah pemerintah kabupaten/kota yang telah berupaya menangani dampak kekeringan melalui berbagai program. Namun, ia menekankan luasnya wilayah terdampak menuntut penguatan langkah antisipasi agar bantuan tepat sasaran.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: pedomanrakyat.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top