Indonesia dan India Perluas Kerja Sama Industri Manufaktur, Semikonduktor Jadi Prioritas

Penulis: Endra Sanjaya  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:22:01 WIB
Wamenperin Faisol Riza bertemu Menteri Negara Perindustrian dan Perdagangan India Jitin Prasada di Jaipur untuk membahas kolaborasi industri kedua negara.

SULAWESI SELATAN — Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza bertemu dengan Menteri Negara Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah India Jitin Prasada di Jaipur, India, untuk membahas langkah konkret kolaborasi industri kedua negara. Pemerintah India merespons terbuka sejumlah usulan yang disampaikan delegasi Indonesia, khususnya pada sektor industri hijau, ekosistem semikonduktor, dan industri agro.

"Kami berharap ini dapat semakin mempererat hubungan kedua negara sekaligus membuka peluang kolaborasi industri yang lebih konkret, implementatif, dan saling menguntungkan," ujar Faisol Riza dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (25/8/2026).

Semikonduktor dan Transformasi Digital Jadi Fokus Utama

Indonesia secara spesifik melobi India untuk memperluas kolaborasi pada industri semikonduktor. Sektor ini dinilai strategis karena menjadi penopang berbagai industri prioritas, mulai dari elektronika, otomotif, telekomunikasi, energi, hingga agenda transformasi digital.

Kerja sama ini difokuskan pada penerapan teknologi otomatisasi, kecerdasan buatan, smart manufacturing, serta pengembangan pusat data. Tujuannya untuk mendongkrak produktivitas dan daya saing industri kedua negara.

Nilai Perdagangan Tembus USD23 Miliar, tapi Ada Pekerjaan Rumah

Hubungan dagang kedua negara mencatat tren positif. Pada 2025, total nilai perdagangan mencapai USD23,16 miliar dengan rincian ekspor Indonesia sebesar USD18,32 miliar dan impor senilai USD4,84 miliar.

Namun, kinerja ekspor produk industri pengolahan nonmigas Indonesia ke India mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Isu ini menjadi agenda utama pembahasan bilateral untuk memperluas kembali akses pasar produk manufaktur asal Indonesia.

Pemerintah India Soroti Kebijakan Kuota Impor

Di sisi lain, pemerintah India menyampaikan perhatian khusus terhadap kebijakan pembatasan kuota impor Indonesia untuk sejumlah produk asal India. Masalah ini akan diteruskan oleh pihak Indonesia kepada kementerian terkait untuk ditindaklanjuti.

Pertemuan bilateral ini menjadi bagian dari upaya menyeluruh memperluas kerja sama industri melalui instrumen investasi, pengembangan teknologi, dan ekspansi rantai pasok manufaktur. Kolaborasi ini diharapkan membuka ruang lebih luas bagi industri nasional menembus pasar global sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai mitra strategis India dalam pembangunan industri berkelanjutan.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: rctiplus.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top