Bupati Wajo Andi Rosman Tinjau Longsor di Ruas Jalan Warasalae, Dorong BBWS Percepat Perbaikan Sebelum Kerusakan Meluas

Penulis: Chandra Kusuma  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:34:31 WIB
Bupati Wajo Andi Rosman meninjau lokasi longsor di ruas jalan Kampoeng Pajala, Dusun Warasalae, Kecamatan Pammana.

WAJO — Jalan penghubung antar dusun di Kecamatan Pammana kembali terputus. Longsor menerjang ruas di Kampoeng Pajala, Dusun Warasalae, tepat di tikungan aliran Sungai Cendranae, dan membuat akses warga terganggu.

Kepala Desa Warasalae, Made Ali, menyebut titik ini memang langganan amblas. Posisinya yang berada di bibir sungai membuat tebing mudah tergerus, apalagi saat debit air Sungai Walannae naik.

Lokasi ini memang sudah menjadi langganan longsor karena berada di bibir sungai,” kata Made Ali, Rabu (19/8/2026).

Bukan Sekadar Tambal Sulam, Warga Minta Talud Permanen

Made Ali tidak ingin perbaikan hanya bersifat darurat. Ia mendorong pemerintah membangun talud atau bronjong permanen di titik rawan tersebut. Sebab, posisinya yang berada di belokan aliran sungai membuat risiko longsor susulan tetap tinggi.

“Diharapkan ke depan dibangun talud atau bronjong permanen karena di lokasi ini merupakan belokan aliran sungai sehingga sangat rentan terjadi longsor,” ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah bupati yang turun langsung ke lokasi. BBWS Sengkang pun disebut telah memeriksa kondisi lapangan.

Pemkab Wajo Koordinasi dengan BBWS Pompengan Jeneberang

Andi Rosman memastikan pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Penanganan longsor di ruas ini menjadi kewenangan balai, sehingga koordinasi menjadi kunci agar proses perbaikan tidak berlarut-larut.

“Mudah-mudahan dengan adanya balai, proses perbaikan jalan ini segera diatasi,” kata Andi Rosman.

Pemerintah bersama BBWS masih mengkaji bentuk penanganan yang paling tepat. Faktor perubahan debit air dan kondisi tebing yang rapuh menjadi pertimbangan utama agar solusi yang diambil benar-benar berkelanjutan.

Akses Vital Dua Dusun di Pammana

Ruas jalan ini bukan jalur alternatif biasa. Warga Dusun Baleng dan Dusun Warasalae mengandalkannya setiap hari untuk mobilitas ekonomi dan sosial. Jika longsor meluas, aktivitas warga bisa lumpuh total.

Penanganan permanen pun dinilai mendesak. Kawasan ini masuk kategori rawan longsor, dan tanpa penguatan tebing yang memadai, musim hujan berikutnya akan membawa masalah yang sama.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: pedoman.media This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top