Tim UPRI Terapkan Reaktor Biogas Fixed Dome Berbasis IoT di Kelompok Tani Bantaeng, Olah Kotoran Sapi Jadi Energi Terbarukan

Penulis: Aditya Nugraha  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:11:31 WIB
Anggota Kelompok Tani Ternak Subur Jaya menunjukkan reaktor biogas Fixed Dome berbasis IoT yang diterapkan tim pengabdian masyarakat UPRI di Bantaeng, Sulawesi Selatan.

BANTAENG — Kelompok Tani Ternak Subur Jaya di Desa Pattalassang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, kini memiliki cara baru dalam mengelola limbah peternakan. Tim pengabdian masyarakat Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) menerapkan teknologi reaktor Fixed Dome yang terintegrasi dengan sistem Internet of Things (IoT) untuk mengolah kotoran sapi menjadi biogas.

Teknologi ini tidak hanya menawarkan solusi energi alternatif bagi warga, tetapi juga menjadi jawaban atas permasalahan limbah yang kerap mencemari lingkungan sekitar kandang. Inovasi ini diharapkan mampu mendorong kemandirian energi di tingkat kelompok tani sekaligus menciptakan siklus peternakan yang lebih ramah lingkungan.

Dari Limbah Menjadi Sumber Energi Rumah Tangga

Reaktor Fixed Dome bekerja dengan memanfaatkan proses fermentasi anaerobik. Kotoran sapi yang dimasukkan ke dalam reaktor akan diurai oleh bakteri penghasil metana, sehingga menghasilkan gas yang dapat digunakan untuk kebutuhan memasak atau penerangan.

Keunggulan utama dari teknologi ini adalah pemantauan yang dilakukan secara real-time. Melalui sensor IoT yang terpasang, warga dapat memantau tekanan gas dan volume produksi biogas dari jarak jauh menggunakan perangkat telepon genggam.

Mengapa Teknologi Ini Penting bagi Peternak?

Selama ini, limbah kotoran sapi sering kali dibiarkan menumpuk dan menimbulkan bau tak sedap, bahkan berpotensi mencemari sumber air di sekitar permukiman. Dengan adanya reaktor ini, limbah tersebut berubah menjadi aset berharga yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat langsung bagi warga.

Penerapan teknologi ini juga menjadi langkah konkret dalam mendukung transisi energi bersih di daerah. Inovasi serupa dinilai relevan untuk direplikasi di sentra peternakan lain di Sulawesi Selatan yang memiliki potensi limbah ternak melimpah.

Langkah Menuju Peternakan Berkelanjutan

Program pengabdian masyarakat oleh UPRI ini merupakan bagian dari upaya mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat pedesaan. Pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari sosialisasi, pelatihan pengoperasian reaktor, hingga perawatan berkala.

Dengan adanya teknologi ini, Kelompok Tani Ternak Subur Jaya diharapkan dapat menjadi percontohan bagi kelompok tani lainnya. Ke depan, pengembangan serupa berpotensi mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menciptakan ekosistem peternakan yang lebih produktif serta berkelanjutan di Kabupaten Bantaeng.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: upeks.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top