Tan Cheng Hoe Andalkan Memori Piala AFF 2014 untuk Bungkam Vietnam di Semifinal

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:28:31 WIB
Pelatih Malaysia Tan Cheng Hoe mengenang kemenangan Piala AFF 2014 untuk memotivasi timnya menjelang leg kedua semifinal melawan Vietnam.

SULAWESI SELATAN — Leg kedua semifinal Piala AFF 2026 menjadi penentu nasib bagi Malaysia. Tertinggal di leg pertama, Tan Cheng Hoe bukannya gentar, ia justru menggali kenangan manis 12 tahun silam untuk membangkitkan mental para pemainnya. Momentum kebangkitan itu dinilai relevan dengan situasi sulit yang dihadapi skuadnya saat ini.

Kemenangan 3-2 di Tahun 2014 sebagai Blueprint Mental

Pada Piala AFF 2014, Malaysia sempat tertinggal lebih dulu di leg pertama semifinal sebelum akhirnya mampu membalikkan keadaan di kandang sendiri. Momen itulah yang coba ditanamkan Tan Cheng Hoe ke dalam kepala anak asuhnya. Ia ingin para pemain percaya bahwa defisit agregat bukanlah akhir dari segalanya.

"Kami pernah mengalami situasi ini. Memori itu harus menjadi spirit," ujar Tan Cheng Hoe dalam sesi jumpa pers menjelang laga, dikutip dari media resmi Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Ia menambahkan bahwa semangat juang yang sama harus ditunjukkan lagi di atas lapangan.

Tekanan Besar di Kandang Vietnam

Bermain di hadapan pendukung sendiri, Vietnam jelas difavoritkan untuk mempertahankan keunggulan. Namun, tekanan justru bisa menjadi bumerang. Malaysia datang dengan status underdog dan beban yang lebih ringan, sebuah posisi yang kerap melahirkan kejutan di turnamen regional.

Tan Cheng Hoe menyadari betul atmosfer stadion di Vietnam akan sangat panas. Meski begitu, ia menilai justru di sanalah karakter sejati timnya akan diuji. "Kami harus tampil berani dan disiplin. Satu gol saja bisa mengubah segalanya," tegasnya menambahkan.

Strategi Menyerang dan Kunci Lini Tengah

Untuk mengejar ketertinggalan, Malaysia dipastikan akan tampil lebih agresif sejak menit awal. Tan Cheng Hoe kemungkinan besar akan menurunkan komposisi pemain yang lebih ofensif. Pertarungan di lini tengah diprediksi menjadi kunci untuk menguasai ritme permainan dan memutus alur serangan Vietnam.

Kecepatan para pemain sayap dan ketajaman penyerang akan menjadi andalan Malaysia. Di sisi lain, soliditas pertahanan tetap wajib dijaga mengingat Vietnam memiliki lini depan yang tajam. Keseimbangan antara menyerang dan bertahan menjadi pekerjaan rumah terbesar pelatih asal Kedah itu.

Jadwal Laga Penentu

Leg kedua semifinal Piala AFF 2026 ini akan menjadi ujian terbesar bagi mentalitas Malaysia. Hasil akhir laga nanti akan menentukan apakah memori manis 2014 benar-benar bisa terulang atau hanya menjadi nostalgia belaka. Seluruh mata publik Malaysia pun tertuju pada laga ini.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top