SULAWESI SELATAN — Koperasi Awards 2026 menjadi momentum Kemenkop mengapresiasi pihak-pihak yang dinilai berjasa dalam pembinaan dan pengembangan koperasi sebagai gerakan ekonomi kerakyatan. Penghargaan menyasar pejabat negara, pemerintah pusat dan daerah, tokoh gerakan koperasi, hingga tokoh masyarakat.
Lima kategori yang diberikan tahun ini adalah Bakti Koperasi Makarti Guna Swasembada, Satya Bhakti Pamong Artha, Sri Radhana Swasembada, Nayaka Mahambara, dan Pradana Nayaka. Masing-masing kategori mencerminkan bentuk kontribusi spesifik penerima dalam memajukan koperasi di wilayahnya.
Gagasan koperasi di Indonesia sebenarnya telah mengakar sejak 1886. Patih R. Aria Wiria Atmaja kala itu memperkenalkan pola koperasi kredit untuk membantu pegawai negeri yang terlilit pinjaman berbunga tinggi.
Konsep itu terus bertransformasi hingga kini menjadi pilar ekonomi kerakyatan. Prinsip kekeluargaan dan gotong royong yang diusung koperasi membuat orientasinya tidak semata keuntungan, melainkan kesejahteraan anggota.
Dalam praktiknya, koperasi berfungsi membangun potensi ekonomi anggota sekaligus memperkokoh perekonomian rakyat. Akses permodalan, pelatihan, dan pendampingan usaha menjadi instrumen utama yang membantu anggota mengembangkan bisnis.
Keberadaan koperasi juga memperkuat solidaritas antaranggota. Semangat kebersamaan ini yang kemudian menjadi pembeda koperasi dari bentuk badan usaha lain yang berorientasi profit semata.
Apresiasi terhadap para penggerak koperasi diharapkan memicu kontribusi lebih luas. Ajang ini sekaligus menyoroti kiprah nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
Malam puncak Koperasi Awards 2026 berlangsung Kamis, 20 Agustus 2026, mulai pukul 19.00 WIB. Masyarakat dapat menyaksikan prosesi pemberian penghargaan melalui live streaming di detikcom.
Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa koperasi bukan sekadar wadah usaha, melainkan bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dari tingkat akar rumput.