SULAWESI SELATAN — Keputusan ini diambil setelah Steve Clarke hengkang menyusul kegagalan Skotlandia lolos dari fase grup Piala Dunia 2026. Padahal, Clarke baru saja menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi empat tahun sebelum turnamen bergulir. Nama Jon Dahl Tomasson dan Kasper Hjulmand sempat dikaitkan dengan posisi tersebut sebelum SFA memantapkan pilihan pada Pocognoli.
Perubahan arah ini dinilai sebagai respons atas kritik terhadap gaya bermain pragmatis Clarke. Meski membawa Skotlandia bertahan selama tujuh tahun dengan hasil yang relatif stabil, pendekatan Clarke kerap dianggap terlalu defensif dan kurang berani.
Pocognoli diharapkan membawa filosofi sepak bola progresif yang selama ini dirindukan pendukung Tartan Army. Ia punya rekam jejak menarik dalam pengembangan pemain muda setelah meniti karier di level kepelatihan junior.
Karier kepelatihan Pocognoli menanjak tajam saat menangani Union Saint-Gilloise di liga Belgia. Prestasi terbesarnya adalah mempersembahkan gelar juara pertama bagi klub dalam 90 tahun terakhir pada musim 2025.
Kesuksesan itu membawanya pindah ke AS Monaco pada awal musim 2025/2026. Namun, petualangannya di Ligue 1 hanya bertahan delapan bulan setelah ia dipecat pada Juni lalu dengan catatan 38 pertandingan.
Pengalaman menghadapi tekanan di klub besar seperti Monaco menjadi nilai tambah. Pocognoli paham betul bagaimana mengelola ekspektasi tinggi, sesuatu yang akan ia hadapi bersama timnas Skotlandia.
Pocognoli langsung mendapat tantangan berat di awal masa baktinya. Skotlandia akan memulai kampanye Nations League dengan bertandang ke markas Slovenia pada 26 September.
Tiga hari berselang, ia menjalani laga kandang pertamanya di Glasgow saat menjamu Swiss. Dua pertandingan ini akan menjadi tolok ukur awal seberapa cepat filosofi Pocognoli bisa diterapkan kepada para pemain.
Pemain-pemain kunci seperti Scott McTominay dan Andrew Robertson diprediksi tetap menjadi tulang punggung skuad. Namun, Pocognoli kemungkinan akan melakukan sejumlah perubahan taktis untuk menyesuaikan gaya bermain baru.
Kedatangan Pocognoli disambut optimisme oleh sebagian pengamat. Ia dianggap mewakili generasi pelatih muda Eropa yang berani bereksperimen dan mengedepankan penguasaan bola.
SFA sendiri menilai pengalaman Pocognoli di kompetisi Eropa, baik sebagai pemain maupun pelatih, akan membantu Skotlandia bersaing di level internasional. Keputusan final diharapkan rampung dalam beberapa hari ke depan sebelum skuad diumumkan untuk jeda internasional September.