SULAWESI SELATAN — Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, PLN UIP Sulawesi membeberkan perkembangan sejumlah proyek prioritas. Salah satunya adalah pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV untuk pelanggan PT ACN–Bungku. Selain itu, ada rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Baubau yang saat ini masih memasuki tahap prakonstruksi.
Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kendari, Hery Supriyadi, turut hadir mewakili PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar). Kehadirannya menegaskan bahwa sinergi ini melibatkan seluruh rantai bisnis listrik, dari pembangkit hingga pelayanan pelanggan.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menyebut keberhasilan proyek tidak hanya soal kesiapan teknis. Menurutnya, dukungan semua pemangku kepentingan menjadi faktor penentu kelancaran pembangunan di lapangan.
"Kami mengapresiasi sambutan dan dukungan BINDA Sulawesi Tenggara terhadap pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Melalui silaturahmi ini, kami berharap koordinasi dan sinergi yang telah terjalin dapat semakin kuat sehingga setiap tahapan proyek berjalan dengan baik," ujar Aditya dalam keterangan resmi yang dikutip, Rabu (5/8).
Ia menambahkan, infrastruktur listrik berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, serta memperluas pemerataan akses energi bagi masyarakat.
Kepala BINDA Sulawesi Tenggara, Marsma TNI Heroe Hermawan, menyambut baik inisiatif koordinasi ini. Pihaknya siap menciptakan situasi aman dan kondusif bagi pelaksanaan proyek strategis nasional di wilayahnya.
"Infrastruktur ketenagalistrikan merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kami siap memperkuat sinergi melalui koordinasi, komunikasi, serta deteksi dini terhadap berbagai potensi dinamika di lapangan agar pelaksanaan proyek strategis dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif," tegas Heroe Hermawan.
Melalui audiensi ini, kedua lembaga berkomitmen mempererat komunikasi lintas instansi. Fokus utamanya adalah memastikan setiap tahapan proyek berjalan sesuai ketentuan dan tepat waktu. Dengan pengamanan yang lebih solid, diharapkan proyek kelistrikan di Sulawesi Tenggara dapat tuntas tanpa hambatan berarti, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan iklim investasi lokal.