Karang Taruna Makassar Siapkan 4 Titik TEBA untuk Dukung Kebijakan Pemilahan Sampah Wali Kota Munafri

Penulis: Aditya Nugraha  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 13:18:31 WIB
Empat titik TEBA berbahan gorong-gorong beton disiapkan Karang Taruna Makassar di Tello Baru untuk mengolah sampah organik rumah tangga.

MAKASSAR — Karang Taruna Kota Makassar tidak hanya berhenti pada pernyataan dukungan terhadap program prioritas Pemerintah Kota Makassar. Organisasi kepemudaan ini sudah bergerak membangun infrastruktur pengelolaan sampah mandiri di tengah masyarakat.

Ketua Karang Taruna Kota Makassar, Muhammad Zulkifli, mengungkapkan bahwa pihaknya telah merealisasikan empat titik TEBA di wilayah Tello Baru. Fasilitas ini memanfaatkan gorong-gorong beton sebagai media pengolahan sampah organik rumah tangga.

Warga Diminta Pisahkan Sisa Makanan untuk Pakan Ternak

Melalui TEBA tersebut, warga diimbau menaruh sisa makanan dan limbah dapur. Zulkifli menyebut, sampah organik yang terkumpul kemudian dimanfaatkan para peternak sapi setempat sebagai pakan ternak.

"Saya minta warga menaruh sisa makanan di situ, kemudian pemilik sapi bisa memanfaatkannya sebagai pakan. Dengan cara sederhana seperti ini, sampah organik tidak lagi dibuang ke TPA," jelasnya kepada Zonasulsel.com, Kamis (6/8/2026).

Selain TEBA, ia juga menyediakan tandon air berkapasitas 2.000 hingga 3.000 liter sebagai fasilitas pendukung pengelolaan sampah di lingkungan tersebut. Menurutnya, kemauan untuk mencari solusi bersama adalah kunci utama.

TPA Tamangapa Hanya Terima Sampah Residu

Dukungan ini merupakan respons atas kebijakan Wali Kota Makassar yang mewajibkan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa hanya menerima sampah residu. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran dan Instruksi Wali Kota mengenai pemilahan sampah.

Zulkifli menilai kebijakan ini merupakan fase yang tidak bisa dihindari. Ia mengingatkan, kondisi pengelolaan sampah di Makassar saat ini nyaris berujung sanksi dari Kementerian Lingkungan Hidup karena praktik open dumping yang harus segera dihentikan.

"Kondisi sekarang hampir terkena sanksi, bahkan kemarin hampir dilakukan penyegelan. Kalau itu benar terjadi, tentu semua pihak akan merasakan dampaknya," ujarnya.

Mengubah Kebiasaan Lama yang Sudah Mengakar

Zulkifli menilai tantangan terbesar kebijakan ini bukan terletak pada infrastruktur, melainkan pada kebiasaan masyarakat yang terbiasa mencampur semua jenis sampah. Ia menekankan bahwa perubahan yang diminta pemerintah sebenarnya sederhana.

"Ini hanya soal mengubah kebiasaan. Dulu semua sampah dicampur, sekarang tinggal dipisahkan menjadi organik, anorganik, dan residu," tuturnya.

Ia menambahkan, pemilahan sampah seharusnya sudah dilakukan sejak lama. Namun, masyarakat tidak pernah didorong karena TPA masih menerima semua jenis sampah tanpa seleksi.

Instruksi ke Pengurus: Alihkan Dana Kegiatan untuk Sarana Sampah

Zulkifli memberikan instruksi tegas kepada seluruh pengurus Karang Taruna di tingkat kecamatan dan kelurahan. Ia meminta agar dana penggalangan maupun proposal kegiatan dialihkan untuk membantu penyediaan sarana pengelolaan sampah.

"Saya sampaikan kepada anak-anak Karang Taruna, daripada membuat proposal kegiatan yang kurang bermanfaat, lebih baik dananya digunakan membeli TEBA, gorong-gorong, atau fasilitas lain yang bisa membantu masyarakat mengelola sampah," kata Ketua Badan Manajemen Infrastruktur itu.

Ia berharap gerakan serupa dapat diikuti tokoh masyarakat dan pengurus Karang Taruna di seluruh wilayah Makassar. Menurutnya, organisasi kepemudaan harus hadir memberikan solusi nyata, bukan sekadar mengkritik.

"Saat ini orang-orang hanya bisa mengkritik dan menghujat. Itu bukan solusi. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana bersama-sama keluar dari persoalan ini. Gotong royong dan kerja sama jauh lebih dibutuhkan," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Harian Karang Taruna Kota Makassar, Rijal Djamal, menyebut audiensi dengan Wali Kota Munafri Arifuddin di Balai Kota menjadi momentum menyelaraskan visi organisasi dengan arah pembangunan pemerintah kota. Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Dinas Sosial dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Makassar.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: zonasulsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top