MAKASSAR — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tingkat Kota Makassar tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga pengingat keras akan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter generasi penerus. Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menegaskan bahwa kehadiran orang tua secara emosional jauh lebih bermakna bagi anak dibandingkan sekadar kehadiran fisik.
Menurutnya, orang tua adalah aktor utama dalam menanamkan nilai moral dan mendampingi anak menghadapi berbagai tantangan, khususnya yang berasal dari kemajuan teknologi informasi.
Melinda mengingatkan bahwa pendampingan bukan berarti membatasi ruang gerak anak. Sebaliknya, anak-anak membutuhkan ruang untuk didengar, berekspresi, bermain, dan belajar sesuai tahapan usianya.
“Anak-anak membutuhkan kehadiran orang tua, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara emosional. Mereka perlu didengar, didampingi, diberikan ruang untuk berekspresi, bermain, belajar, dan bertumbuh sesuai dengan tahapan usianya,” ujar Melinda dalam sambutannya di hadapan ratusan undangan.
Di tengah gempuran konten digital, Melinda menilai teknologi adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak saat ini. Namun, tanpa pendampingan yang bijak, teknologi berpotensi mengikis karakter dan interaksi sosial anak.
“Kemajuan teknologi adalah bagian dari kehidupan anak-anak kita hari ini. Tugas kita adalah memastikan mereka tetap tumbuh dengan karakter yang kuat, mencintai budaya daerahnya, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama,” katanya.
Ia menekankan, sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat harus berjalan beriringan. Hal ini penting agar setiap anak di Kota Makassar memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang secara optimal tanpa terkecuali.
Di sisi lain, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan komitmen pemerintahannya untuk mewujudkan kota ramah anak. Menurutnya, perlindungan anak bukan hanya tugas dinas sosial, melainkan tanggung jawab kolektif semua pemangku kepentingan.
Munafri juga mengingatkan potensi dampak negatif teknologi digital jika tidak diimbangi pengawasan. Ia menilai momentum HAN kali ini harus menjadi titik penguatan komitmen bersama untuk menghadirkan lingkungan yang penuh kasih sayang dan aman bagi anak.
Peringatan HAN 2026 di Makassar mengusung subtema “Menelusuri Jejak La Galigo, Belajar, Berkarya, dan Bertumbuh Bersama”. Subtema ini dipilih untuk mengakar kuatkan kecintaan anak terhadap budaya lokal Sulawesi Selatan di tengah arus globalisasi.