MAKASSAR — Pembangunan infrastruktur jalan di Sulawesi Selatan melalui skema multiyears menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satu ruas dengan progres tercepat adalah jalur Panciro menuju batas Makassar sepanjang 4,18 kilometer yang pengerjaan pengaspalan dan betonisasi bahu jalannya telah mencapai 83,35 persen hingga akhir Mei 2026.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengapresiasi capaian tersebut. Ia menyebut paket pekerjaan yang mencakup 10 ruas jalan strategis di wilayah selatan Sulawesi Selatan ini terus dikebut.
“Alhamdulillah, ruas jalan yang masuk dalam Paket 2 Multiyears Project Infrastruktur Jalan yang mencakup 10 ruas jalan telah menunjukkan peningkatan progres yang signifikan,” ujar Andi Sudirman, dikutip dari laman resmi pemprov, Minggu (31/5/2026).
Selain ruas Panciro, pembangunan ruas Batas Gowa–Barombong–Batas Takalar sepanjang 2,32 kilometer juga terus berjalan. Progres pengerjaan ruas tersebut baru mencapai 6,43 persen dan ditargetkan meningkat dalam beberapa bulan ke depan.
Paket 2 MYP Infrastruktur Jalan ini merupakan salah satu program prioritas Pemprov Sulsel dengan nilai anggaran mencapai Rp274 miliar. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas jaringan jalan provinsi secara bertahap.
Menurut Andi Sudirman, pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama karena berperan penting dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah. Jalan yang mulus diharapkan memperlancar distribusi barang dan jasa serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Sulawesi Selatan agar pekerjaan jalan ini berjalan dengan baik, tepat waktu dan manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Dengan percepatan melalui skema multiyears, Pemprov Sulsel optimistis kualitas jaringan jalan provinsi akan semakin baik. Hal ini dinilai mampu mendukung pemerataan pembangunan dan meningkatkan daya saing daerah di berbagai sektor.