SULAWESI SELATAN — Ledakan keras yang mengguncang kawasan permukiman dan perikanan di Biak Numfor, Papua, pada Minggu (31/5) pukul 14.45 WIT, menimbulkan korban jiwa yang cukup besar. Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengonfirmasi bahwa lima jenazah telah ditemukan di lokasi, sementara tiga orang lainnya masih dalam pencarian.
"Diduga bom dari peninggalan Perang Dunia II. Ini masih kita telusuri," kata Ari dalam keterangan yang diterima Minggu malam.
Lokasi Masih Belum Aman, Warga Dilarang Mendekat
Personel Brimob telah dikerahkan ke tempat kejadian perkara (TKP). Polisi memasang garis polisi di sekeliling area ledakan karena kondisi dinilai belum steril dari potensi ledakan susulan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati TKP dulu sementara karena kondisi masih belum aman, untuk mencegah ledakan berikutnya," ujar Ari.
Ledakan juga menyebabkan sejumlah rumah di sekitar kompleks perikanan mengalami kerusakan. Tim identifikasi masih bekerja di lokasi untuk memastikan tidak ada korban lain serta mengamankan sisa-sisa material yang berpotensi berbahaya.
Papua dan Jejak Perang Dunia II yang Belum Tuntas
Biak Numfor merupakan salah satu wilayah di Papua yang menjadi medan pertempuran sengit antara Sekutu dan Jepang pada Perang Dunia II (1942–1945). Ribuan bom, granat, dan amunisi aktif kerap ditemukan warga dalam kondisi masih terpendam di tanah atau terumbu karang.
Ledakan bom sisa perang bukan kali pertama terjadi di Papua. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah warga sipil dan tentara tewas atau luka-luka saat menemukan atau tanpa sengaja memicu benda diduga ordnans (explosive remnants of war).
Pemerintah daerah dan TNI sebelumnya telah beberapa kali melakukan sosialisasi dan pemusnahan amunisi sisa perang. Namun, temuan baru tetap muncul seiring aktivitas pembangunan dan pembukaan lahan di wilayah bekas pertempuran.
Korban Sipil, Kerugian Fisik Masih Didata
Hingga Senin pagi, polisi belum merilis identitas kelima korban tewas maupun tiga orang yang hilang. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian di sekitar reruntuhan bangunan yang terdampak ledakan.
Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Kabupaten Biak Numfor mengenai langkah darurat atau relokasi warga di sekitar TKP. Kerugian material akibat rusaknya rumah-rumah warga juga masih dalam pendataan.
Kapolres Ari memastikan penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan, termasuk jenis bom dan asal-usulnya. "Kami bekerja sama dengan Pusat Misi Penjinakan Bahan Peledak (Jihandak) Brimob untuk memastikan lokasi benar-benar aman," pungkasnya.