Pencarian

Gali Potensi Emas di Kedalaman, EMAS Mulai Pengeboran 3.600 Meter di Tambang Pani

Minggu, 31 Mei 2026 • 14:46:01 WIB
Gali Potensi Emas di Kedalaman, EMAS Mulai Pengeboran 3.600 Meter di Tambang Pani
Rig pengeboran EMAS mulai menggali hingga kedalaman 3.600 meter di tambang Pani, Sulawesi Selatan.

SULAWESI SELATAN — Manajemen EMAS tidak ingin berpuas diri dengan cadangan yang ada. Setelah produksi di Pani berjalan, perusahaan langsung tancap gas dengan program eksplorasi bawah tanah. Targetnya: membuktikan bahwa kandungan emas tidak berhenti di batas pengeboran sebelumnya.

Menggali Lebih Dalam, Enam Titik Disiapkan

Pada tahap awal, EMAS mengerahkan satu unit rig pengeboran yang sudah beroperasi di enam titik lokasi. Satu rig tambahan dijadwalkan mulai bekerja bulan depan untuk mempercepat proses pengumpulan data geologi.

Presiden Direktur EMAS, Boyke Abidin, mengatakan posisi perusahaan kini lebih strategis setelah produksi dimulai. “Kami berada dalam posisi yang lebih strategis untuk melanjutkan pengujian potensi mineralisasi pada area yang lebih dalam,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (31/5).

Boyke menambahkan, program ini dirancang fleksibel. “Program ini juga memiliki fleksibilitas untuk dikembangkan lebih lanjut apabila hasil pengeboran menunjukkan potensi yang positif,” katanya.

Potensi Besar di Lahan 14.670 Hektare

Sumber daya yang sudah terpetakan saat ini mencapai 291,5 juta ton bijih dengan kadar emas rata-rata 0,75 gram per ton. Namun angka itu baru berasal dari area eksplorasi seluas 135 hektare — hanya 0,9 persen dari total konsesi perusahaan yang mencapai 14.670 hektare.

Artinya, peluang penemuan cadangan baru masih sangat terbuka lebar. Dengan luas lahan yang masih nyaris perawan, EMAS punya banyak ruang untuk memperbesar sumber daya mineralnya di masa depan.

Bukan Cuma Pani, EMAS Juga Garap Kolokoa dan Lone Pine

Selain fokus di Pani, EMAS juga menggarap prospek Kolokoa. Perusahaan telah menyelesaikan pengeboran awal sebanyak 54 lubang dengan total kedalaman 11.701,6 meter. Dalam waktu enam bulan dan biaya sekitar USD 2,4 juta, mereka berhasil menetapkan target eksplorasi sebesar 20 juta hingga 40 juta ton dengan kadar emas 0,3–0,5 gram per ton.

Target itu diyakini bisa menjadi tambahan sumber daya yang memperkuat portofolio emas perusahaan. Estimasi awal sumber daya mineral Kolokoa dijadwalkan diumumkan pada kuartal II 2026.

Tak berhenti di situ, EMAS juga menyiapkan eksplorasi lanjutan di area Lone Pine pada semester II 2026. Rencananya, perusahaan akan menggunakan teknologi Mobile Magnetotelluric dan survei magnetik udara berbasis helikopter pada Juni hingga Juli 2026.

Seluruh hasil eksplorasi akan dilaporkan sesuai standar internasional JORC Code 2012 dan KCMI 2017 untuk menjaga transparansi dan kualitas data. Investor pun bisa lebih percaya diri menilai prospek emas perusahaan ini ke depan.

Bagikan
Sumber: kabarbursa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks