PAREPARE — Duta Guru dan Duta Muda CBP Rupiah menggelar sosialisasi edukasi mata uang kepada ratusan siswa MAN 2 Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Sabtu (2/5/2026). Aksi literasi keuangan ini dilaksanakan tepat setelah pelaksanaan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di lapangan madrasah tersebut.
Nurhikmah Amrah, guru Fikih serta Akidah Akhlak MAN 2 Parepare yang terpilih sebagai Duta Guru CBP Rupiah Sulawesi Selatan, memimpin langsung jalannya edukasi. Ia berkolaborasi dengan Besse Nurfitrinur Amiruddin, Duta Muda CBP Rupiah Provinsi Sulawesi Selatan, untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai uang nasional.
Dalam paparannya, Nurhikmah menekankan pentingnya aspek "Cinta Rupiah" dengan memperlakukan uang fisik secara layak. Hal ini berkaitan erat dengan menjaga kehormatan simbol negara agar tidak cepat rusak atau lusuh saat beredar di masyarakat.
"Cinta Rupiah berarti kita memperlakukan uang dengan baik sebagai simbol negara. Perilaku yang mencerminkan cinta rupiah ialah merawat uang rupiah dengan prinsip jangan dilipat, diremas, dicoret, dibasahi, dan jangan distapler," ujar Nurhikmah Amrah di hadapan siswa kelas X dan XI.
Selain merawat fisik, masyarakat diminta menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi di seluruh wilayah NKRI. Hal ini merupakan bentuk nyata dalam menghargai nilai uang tanpa merusak atau meremehkan fungsinya sebagai alat tukar sah.
Aspek kedua yang ditekankan adalah "Bangga Rupiah", di mana mata uang dipandang sebagai identitas pemersatu bangsa Indonesia. Para siswa diajak untuk mengenali ragam budaya dan profil pahlawan nasional yang tertera pada setiap lembaran uang.
Bentuk kebanggaan tersebut diwujudkan dengan selalu mengutamakan penggunaan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di dalam negeri. Penggunaan mata uang asing secara ilegal di wilayah domestik harus dihindari demi menjaga stabilitas ekonomi dan kedaulatan bangsa.
Sosialisasi ini juga memberikan panduan teknis mengenai aspek "Paham Rupiah". Siswa diberikan edukasi mengenai fungsi uang sebagai alat tukar, satuan hitung, dan sarana penyimpanan nilai yang harus dikelola dengan bijak.
Materi teknis mengenai ciri keaslian uang menjadi bagian yang paling diperhatikan siswa. Keduanya mempraktikkan metode dilihat, diraba, dan diterawang (3D) secara interaktif untuk memastikan masyarakat terhindar dari peredaran uang palsu.
"Paham Rupiah berarti kita mengerti fungsi, ciri, dan cara mengelola uang dengan baik. Hal yang perlu dipahami adalah ciri keaslian uang, fungsi uang, serta bijak menggunakan uang dengan tidak boros dan mampu membedakan kebutuhan serta keinginan," jelas Nurhikmah dan Besse secara bergantian.
Suasana sosialisasi berlangsung dinamis dengan adanya sesi kuis dan tanya jawab berhadiah suvenir menarik. Langkah ini efektif memicu antusiasme siswa MAN 2 Kota Parepare dalam memahami materi kebijakan moneter dasar yang disampaikan secara komunikatif.