Pencarian

Pemprov Sulsel Perluas Akses SMA dan SMK di 24 Kabupaten Kota

Senin, 04 Mei 2026 • 17:04:02 WIB
Pemprov Sulsel Perluas Akses SMA dan SMK di 24 Kabupaten Kota

MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat intervensi pendidikan melalui pembangunan unit sekolah baru dan penambahan ruang kelas di 24 kabupaten/kota. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan pemerataan akses layanan dasar bagi seluruh masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan.

Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menjadi pijakan pemerintah daerah untuk mengevaluasi capaian sekaligus menjawab tantangan sektor pendidikan. Fokus utama saat ini terletak pada peningkatan daya tampung sekolah jenjang menengah atas yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel, Irawan Dermayasamin Ibrahim, menegaskan bahwa negara wajib menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan inklusif. Menurutnya, masih ada sejumlah persoalan krusial yang harus diselesaikan secara kolaboratif antarinstansi.

Peningkatan Daya Tampung Sekolah di Wilayah Terpencil

Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi fasilitas dan penyediaan sarana prasarana pembelajaran di berbagai daerah. Pembangunan unit sekolah baru (USB) diprioritaskan pada wilayah dengan tingkat partisipasi sekolah yang masih rendah guna menekan angka putus sekolah.

"Pendidikan merupakan pelayanan dasar kepada masyarakat yang wajib diberikan oleh pemerintah. Ada sejumlah tantangan yang masih menjadi perhatian untuk diselesaikan bersama," ujar Irawan Dermayasamin Ibrahim, Minggu (3/5).

Selain penambahan ruang kelas baru, pemerintah daerah juga fokus pada pemenuhan fasilitas pendukung di sekolah-sekolah yang sudah ada. Upaya ini dilakukan agar standar kualitas pendidikan di wilayah pelosok bisa setara dengan sekolah yang berada di pusat kota.

Digitalisasi Pendidikan Melalui Program Smart School

Intervensi pemerintah tidak hanya menyasar fisik bangunan, tetapi juga menyentuh transformasi metode pembelajaran. Program smart school kini menjadi instrumen utama untuk menjangkau sekolah di wilayah terpencil yang memiliki keterbatasan akses pengajar.

Sistem pembelajaran daring ini dirancang untuk meningkatkan standar literasi dan numerasi siswa secara merata di Sulawesi Selatan. Langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur agar disparitas kualitas pendidikan antarwilayah dapat terkikis melalui pemanfaatan teknologi informasi.

“Pemerintah provinsi hadir melalui digitalisasi smart school dan pembelajaran daring untuk meningkatkan pemahaman peserta didik, baik literasi maupun numerasi,” jelas Irawan.

Skema Beasiswa dan Penguatan Kualitas Vokasi

Dukungan finansial diberikan melalui program beasiswa bagi siswa SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Program ini ditargetkan menjadi prioritas pembangunan daerah hingga tahun 2029 mendatang untuk menjamin keberlanjutan pendidikan bagi kelompok rentan.

Selain bantuan biaya pendidikan, pemerintah daerah fokus meningkatkan kapasitas tenaga pendidik di bidang bahasa Inggris dan bahasa Arab. Penguatan kompetensi guru dianggap sebagai kunci utama dalam menciptakan ekosistem belajar yang adaptif dan berdaya saing global.

Pada sektor vokasi, pembangunan pusat pelatihan keterampilan diperkuat untuk mencetak lulusan siap kerja. Program ini diarahkan agar siswa SMK mampu memenuhi kebutuhan industri lokal, termasuk sektor perbengkelan yang terus berkembang di Sulawesi Selatan.

Rangkaian kebijakan ini diharapkan mampu mendongkrak angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sulawesi Selatan secara signifikan. Sinergi antara pembangunan infrastruktur fisik dan penguatan kualitas SDM menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Bagikan
Sumber: beritakotamakassar.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks