PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi menerapkan program Clean Energy Day setiap Jumat guna mendorong budaya kerja rendah emisi di Makassar. Inisiatif ini berhasil mencatat rata-rata pengurangan emisi sebesar 1,65 kg CO2e per pegawai melalui penggunaan kendaraan listrik dan moda transportasi ramah lingkungan lainnya.
MAKASSAR — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi resmi memperkuat komitmen terhadap lingkungan melalui penerapan program Clean Energy Day yang digelar rutin setiap hari Jumat. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar perusahaan dalam menciptakan budaya kerja yang rendah emisi dan berkelanjutan di wilayah Sulawesi Selatan.
Program yang telah berjalan selama tiga pekan terakhir ini mewajibkan seluruh insan PLN, mulai dari jajaran manajemen hingga staf, untuk meninggalkan kendaraan pribadi berbahan bakar minyak (BBM). Sebagai gantinya, mereka didorong menggunakan moda transportasi ramah lingkungan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau beralih ke kendaraan listrik (EV) saat menuju kantor.
Kebijakan ini tidak hanya berlaku di Kantor Induk Makassar, tetapi juga menyasar seluruh Unit Pelaksana Proyek (UPP) di bawah naungan PLN UIP Sulawesi. Gerakan kolektif ini diharapkan mampu menjadi pemantik perubahan gaya hidup hijau di lingkungan korporasi pelat merah tersebut.
Efektivitas program Clean Energy Day terpantau secara digital melalui sistem pelaporan internal pada aplikasi PLN Click. Berdasarkan data yang dihimpun selama tiga pekan pelaksanaan, mayoritas pegawai yang berpartisipasi menempuh jarak perjalanan antara 1 hingga 10 kilometer menuju lokasi kerja.
Hasilnya cukup signifikan bagi upaya dekarbonisasi. Tercatat rata-rata pengurangan emisi mencapai 1,65 kg CO2e per pegawai pada setiap hari pelaksanaan program. Angka ini menunjukkan bahwa peralihan moda transportasi dalam skala kecil namun konsisten mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penurunan emisi karbon di sektor transportasi perkotaan.
Integrasi data melalui aplikasi digital ini juga memungkinkan manajemen untuk memantau sejauh mana partisipasi aktif pegawai. Hal ini memastikan bahwa semangat transisi energi tidak hanya menjadi slogan, namun terukur secara kuantitatif melalui data yang akurat.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menegaskan bahwa Clean Energy Day bukan sekadar rutinitas mingguan untuk mengganti kendaraan. Baginya, program ini adalah instrumen penting untuk mengubah pola pikir seluruh karyawan dalam memandang keberlanjutan lingkungan.
“Clean Energy Day menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar. Tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi efisiensi dan keberlanjutan kinerja perusahaan,” ujar I Gusti Made Aditya San Adinatha dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa transformasi ini selaras dengan profesionalisme dan produktivitas tinggi. Dengan membangun budaya kerja yang peduli lingkungan, PLN ingin menunjukkan bahwa operasional perusahaan tetap bisa berjalan optimal meskipun menerapkan standar ramah lingkungan yang ketat.
Implementasi Clean Energy Day membawa perubahan drastis pada suasana di area perkantoran PLN UIP Sulawesi setiap hari Jumat. Manajemen memberlakukan pembatasan akses masuk bagi kendaraan non-listrik atau kendaraan berbahan bakar fosil ke dalam lingkungan kantor.
Area parkir yang biasanya padat kini terlihat lebih lengang dan bersih dari polusi gas buang. Kondisi ini menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan mendukung kenyamanan bagi pegawai yang memilih berjalan kaki atau bersepeda ke kantor. Meskipun terdapat pembatasan akses kendaraan, seluruh aktivitas operasional dipastikan tetap berlangsung tanpa hambatan.
Melalui inisiatif ini, PLN UIP Sulawesi optimistis dapat terus memperkuat budaya kerja yang mendukung agenda transisi energi nasional. Langkah nyata dari Makassar ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi instansi lain dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emission di Indonesia.