Pencarian

Jasa Marga Kantongi Laba Bersih Rp2,7 Triliun sampai Kuartal III-2026

Jumat, 30 Oktober 2026 • 12:40:01 WIB
Jasa Marga Kantongi Laba Bersih Rp2,7 Triliun sampai Kuartal III-2026
PT Jasa Marga (Persero) Tbk membukukan laba bersih Rp2,7 triliun hingga kuartal III-2026.

SULAWESI SELATAN — PT Jasa Marga (Persero) Tbk membukukan laba bersih Rp2,7 triliun hingga kuartal III-2026, ditopang pendapatan usaha Rp15,6 triliun yang tumbuh 7,9 persen secara tahunan. Kinerja JSMR ditopang bisnis jalan tol yang menyumbang Rp14,3 triliun, sementara pendapatan usaha lain melonjak 21,5 persen.

Pertumbuhan pendapatan datang dari dua sisi. Bisnis jalan tol tetap mendominasi dengan kontribusi Rp14,3 triliun, tumbuh 6,8 persen secara tahunan. Sementara pendapatan usaha lain melesat 21,5 persen menjadi Rp1,3 triliun, jauh lebih cepat dari pertumbuhan segmen tol.

Dari Mana Sumber Pertumbuhan Jasa Marga

Segmen tol masih menjadi tulang punggung pendapatan Jasa Marga. Kenaikan 6,8 persen mencerminkan volume lalu lintas yang lebih ramai di ruas-ruas utama, seiring mobilitas masyarakat dan angkutan barang yang bergerak lagi setelah periode penyesuaian tarif.

Yang menarik, pendapatan usaha lain tumbuh paling kencang. Lonjakan 21,5 persen ke Rp1,3 triliun menunjukkan lini di luar tol mulai memberi kontribusi berarti, meski porsinya masih sekitar 8 persen dari total pendapatan usaha.

Di sisi biaya, perseroan memilih jalur efisiensi. Optimalisasi struktur biaya dan pengelolaan belanja operasional yang terukur membuat profitabilitas tetap terjaga meski beban operasional jalan tol cenderung naik mengikuti penambahan ruas.

Arti Angka Ini bagi Pemegang Saham

Laba Rp2,7 triliun memberi ruang bagi Jasa Marga untuk menjaga struktur modal di tengah ekspansi jaringan tol yang padat modal. Beban utang konstruksi jalan tol menjadi perhatian utama investor, sehingga laba yang stabil membantu perseroan mempertahankan rasio keuangan.

Pendapatan yang tumbuh dua digit pada segmen non-tol juga membuka peluang diversifikasi. Selama ini pasar menilai Jasa Marga murni sebagai pengelola tol. Pertumbuhan lini usaha lain memberi sinyal bahwa perseroan mulai memetik hasil dari layanan pendukung di sekitar jalan tol.

Yang Perlu Dicermati ke Depan

Laporan ini belum memerinci besaran beban usaha, EBITDA, maupun utang perseroan hingga September 2026. Tanpa angka itu, pembaca belum bisa menilai seberapa besar laba bersih ditopang operasional dibandingkan pos non-operasional.

Sejumlah ruas tol baru yang beroperasi bertahap juga belum tentu langsung menguntungkan. Fase ramp-up lalu lintas biasanya menekan margin di awal, sehingga kualitas laba kuartal IV akan bergantung pada seberapa cepat ruas baru mencapai volume kendaraan yang sehat.

Bagi pelaku pasar, capaian Rp2,7 triliun ini menempatkan Jasa Marga pada jalur pertumbuhan yang konsisten. Pertumbuhan pendapatan 7,9 persen dengan laba yang terjaga menunjukkan perseroan mampu menyeimbangkan ekspansi infrastruktur dan pengelolaan biaya, modal penting untuk menjaga kepercayaan investor di sektor jalan tol yang padat modal.

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks