SULAWESI SELATAN — PT Pertamina (Persero) mengoperasikan sejumlah SPBU selama 24 jam di Bali untuk mengurai antrean kendaraan yang mengular berjam-jam akibat gangguan distribusi kapal tanker. Antrean meluas di banyak SPBU sejak Jumat (16/10/2026), membuat warga kesulitan mendapatkan bahan bakar.
Gangguan pada kapal tanker pengangkut bahan bakar menjadi penyebab utama antrean panjang di SPBU wilayah Bali. PT Pertamina (Persero) merespons dengan menyiagakan sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum beroperasi penuh selama 24 jam.
Langkah itu diambil untuk mempercepat pemulihan pasokan dan mencegah antrean semakin meluas. Warga di beberapa titik mengaku harus menunggu berjam-jam sebelum bisa mengisi tangki kendaraan mereka.
Penyebab Antrean di SPBU Bali
Distribusi bahan bakar ke Bali bergantung pada kapal tanker yang mengangkut pasokan dari terminal utama. Ketika jadwal kapal terganggu, stok di sejumlah SPBU ikut tersendat.
Kondisi itu memicu lonjakan permintaan di SPBU yang masih memiliki stok. Antrean kendaraan pun meluas hingga ke jalan raya di sekitar stasiun pengisian.
Pertamina menyatakan tengah mempercepat pengiriman ulang pasokan ke titik-titik yang paling terdampak. SPBU yang beroperasi 24 jam diharapkan bisa menyerap lonjakan permintaan secara bertahap.
Dampak ke Warga dan Aktivitas Harian
Antrean berjam-jam membuat warga Bali harus mengatur ulang jadwal perjalanan. Sebagian memilih datang lebih pagi atau menunda aktivitas yang membutuhkan kendaraan.
Bagi pelaku usaha yang bergantung pada transportasi, gangguan pasokan ini berpotensi menambah biaya operasional. Pengiriman barang bisa tertunda jika kendaraan tidak kunjung mendapat bahan bakar.
Pertamina mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan. Panic buying justru memperparah antrean dan mempercepat habisnya stok di SPBU tertentu.
Langkah Pertamina Memulihkan Pasokan
Selain menyiagakan SPBU 24 jam, Pertamina disebut tengah berkoordinasi dengan pihak pelayaran untuk mempercepat kedatangan kapal tanker berikutnya. Penambahan armada angkut juga disiapkan jika dibutuhkan.
Pemantauan stok dilakukan secara harian di tiap SPBU. Titik yang stoknya menipis akan diprioritaskan mendapat kiriman ulang agar antrean tidak menumpuk di satu lokasi saja.
Pemerintah daerah diharapkan membantu mengatur arus kendaraan di sekitar SPBU. Tanpa pengaturan lalu lintas, antrean bisa menghambat jalan umum dan mengganggu pengguna jalan lain.
Pemulihan pasokan bahan bakar di Bali bergantung pada lancarnya kembali distribusi kapal tanker. Selama rantai pasok itu normal, antrean di SPBU diperkirakan berangsur surut dan warga bisa kembali mengisi bahan bakar tanpa menunggu berjam-jam.