Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan itu disampaikan saat ia bertindak sebagai pembina upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Upacara Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Kamis. Menurutnya, peringatan tahunan ini bukan sekadar mengenang sejarah kelam masa lalu, melainkan momentum meneguhkan tekad mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara.
MAKASSAR — Andi Sudirman menegaskan bahwa Pancasila harus hadir dalam sikap dan tindakan nyata, bukan hanya menjadi simbol atau materi yang dihafalkan. Ia menilai peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi titik balik untuk meneguhkan kembali komitmen seluruh jajaran pemerintahan provinsi terhadap ideologi negara.
"Melalui momentum Hari Kesaktian Pancasila ini, saya mengajak seluruh jajaran aparatur sipil negara di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan serta seluruh elemen masyarakat, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup," ujar Andi Sudirman dalam amanatnya.
Pancasila Diminta Hadir dalam Tindakan, Bukan Sekadar Hafalan
Gubernur menyoroti kecenderungan nilai-nilai Pancasila yang berhenti pada tataran simbol dan hafalan. Ia ingin nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan benar-benar tercermin dalam pelayanan publik sehari-hari.
Menurut dia, peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar momentum untuk mengenang sejarah kelam masa lalu. Peringatan tersebut menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali tekad dalam mempertahankan dan mengamalkan Pancasila sebagai ideologi negara.
Pemprov Sulsel Diminta Galakkan Persatuan dan Kesatuan
Andi Sudirman mengatakan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk terus menggalakkan kembali nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Hal tersebut penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Kita sebagai pemerintah daerah wajib untuk menggalakkan kembali nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Bagaimana kemudian kita menciptakan kedamaian, bagaimana kita pemerintah menegakkan asas-asas yang terkandung dalam sila Pancasila, Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan," jelasnya.
Ia berharap nilai-nilai Pancasila dapat menjadi pedoman dalam menjalankan pemerintahan sekaligus membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, adil, dan berkeadaban.
Persatuan Dinilai Jadi Kunci Hadapi Tantangan dari Dalam dan Luar
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, lanjutnya, harus menjadi pengingat bersama bahwa persatuan dan kesatuan merupakan kekuatan utama bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman. Tantangan itu bisa berasal dari dalam maupun luar negeri.
"Karena itu, Pancasila harus menjadi ideologi yang hidup. Nilai-nilainya harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari, dalam pemerintahan maupun dalam kehidupan bermasyarakat," kata dia.
Upacara di Lapangan Upacara Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan itu diikuti jajaran ASN lingkup Pemprov Sulsel. Gubernur berharap peringatan tahunan ini tidak berhenti sebagai seremonial, melainkan mendorong perubahan sikap di lingkungan birokrasi dan masyarakat.