Pencarian

Petani Bulukumba Optimistis Panen Padi Tiga Kali Setahun Lewat Proyek Irigasi MYP Sulsel 2025-2027

Rabu, 30 September 2026 • 08:40:02 WIB
Petani Bulukumba Optimistis Panen Padi Tiga Kali Setahun Lewat Proyek Irigasi MYP Sulsel 2025-2027
Pekerja menyelesaikan pembangunan jaringan irigasi di Desa Bontonyeleng, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Petani di Desa Bontonyeleng dan Palang Barae, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, optimistis bisa menanam padi tiga kali setahun berkat proyek irigasi tahun jamak (multiyears project/MYP) yang digarap Pemprov Sulsel pada 2025-2027. Rehabilitasi jaringan irigasi sepanjang 2,5 kilometer itu ditargetkan mengairi sekitar 1.200 hektare sawah yang selama ini sulit mendapat air, terutama di bagian hilir.

BULUKUMBA — Pekerjaan jaringan irigasi di dua desa tersebut kini mencapai sekitar 1,1 kilometer dari total 2,5 kilometer yang direncanakan. Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran Rp780 miliar untuk merehabilitasi sejumlah jaringan irigasi yang melayani 54.000 hektare sawah di 16 kabupaten.

Kepala Desa Bontonyeleng, Andi Baso Mauragawali, menyebut keberadaan jaringan irigasi tidak hanya mengairi lahan yang sudah digarap, tetapi juga berpotensi membuka lahan baru setelah pembangunan rampung.

"Dampak dari ini ada peningkatan produksi jika ini selesai. Bukan hanya berhenti di sini karena memang luasan persawahan kami ini sangat luas. Ada dua desa yang berdampak, Desa Bontonyeleng dan Palang Barae," ujarnya.

Dua Kali Jadi Tiga Kali Tanam Padi

Petani Desa Bontonyeleng, Jamaluddin, mengaku kondisi petani sebelumnya cukup sulit karena jaringan irigasi belum mampu menjangkau lahan di bagian hilir. Akses air yang terbatas membuat mereka hanya bisa menggarap sawah dua kali dalam setahun.

"Kondisi kami sebelum ada irigasi ini, keadaan petani memang sangat memprihatinkan karena akses irigasi tidak bisa sampai ke hilir," kata Jamaluddin.

Dengan pembangunan jaringan irigasi tersebut, ia berharap frekuensi tanam padi bisa meningkat. Peningkatan frekuensi tanam diyakini berdampak langsung terhadap pendapatan petani.

"Dengan adanya irigasi ini, dari potensi garap sawah dua kali mudah-mudahan bisa sampai tiga kali nanti, khususnya tanam padi," ujarnya.

Petani Muda Berharap Tetap Bertahan di Desa

Petani muda Desa Bontonyeleng, Madasari, menilai sektor pertanian di wilayahnya masih punya potensi besar untuk dikembangkan. Ketersediaan infrastruktur irigasi menjadi salah satu faktor pendukung agar petani muda melihat pertanian sebagai sektor yang punya prospek ekonomi.

"Kondisi pertanian di Bontonyeleng masih cukup memprihatinkan, tetapi dengan adanya bantuan dari Pemerintah Provinsi ini bisa menggerakkan petani muda agar tidak keluar dari desa dan bisa membangun potensi pertanian yang ada di desa," kata Madasari.

Sebaran Proyek Irigasi di 16 Kabupaten

Rehabilitasi jaringan irigasi melalui proyek tahun jamak menyasar daerah irigasi yang tersebar di Kabupaten Maros, Gowa, Bulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, Wajo, Pangkep, Barru, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

Total luas sawah yang dilayani mencapai 54.000 hektare. Untuk di Bulukumba, jaringan irigasi yang tengah dikerjakan ditargetkan mampu mengairi lahan persawahan seluas kurang lebih 1.200 hektare.

Progres pekerjaan di Desa Bontonyeleng dan Palang Barae menjadi salah satu indikator berjalannya proyek tahun jamak yang digarap Pemprov Sulsel sepanjang 2025-2027 tersebut.

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: makassar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks