Pencarian

Dinkes Sulsel Waspadai Super Flu H3N2 Subclade K, Siapkan Tim Kesehatan di 24 Kabupaten/Kota

Jumat, 25 September 2026 • 07:25:01 WIB
Dinkes Sulsel Waspadai Super Flu H3N2 Subclade K, Siapkan Tim Kesehatan di 24 Kabupaten/Kota
Dinkes Sulsel menyiagakan tim kesehatan di 24 kabupaten/kota untuk mengantisipasi penularan Super Flu H3N2 subclade K.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan menyiagakan tim kesehatan untuk mengantisipasi penularan Influenza A subtipe H3N2 subclade K atau Super Flu yang dilaporkan telah masuk ke Indonesia. Kepala Dinkes Sulsel Evy Mustikawati Arifin menyatakan belum ada laporan suspek dari kabupaten/kota, namun fasilitas kesehatan diminta melaporkan setiap temuan baru. Kemenkes RI mencatat 62 kasus Super Flu tersebar di delapan provinsi hingga akhir Desember 2025.

MAKASSAR — Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan bergerak cepat merespons kabar masuknya varian Influenza A subtipe H3N2 subclade K yang dikenal sebagai Super Flu ke wilayah Indonesia. Kepala Dinkes Sulsel Evy Mustikawati Arifin mengatakan pihaknya masih menunggu data suspek dari lapangan sebelum menentukan langkah penanganan lebih lanjut.

"Nanti saya cek dulu datanya (suspek)," kata Evy di sela kegiatan Tasbih JKN yang digelar BPJS Kesehatan di Makassar, Rabu (23/9).

Belum Ada Laporan Suspek dari Kabupaten/Kota

Evy menuturkan, sejauh ini belum ada laporan masuk terkait suspek Super Flu, baik dari Dinkes Provinsi maupun dinas kesehatan kabupaten/kota di Sulsel. Meski demikian, jajarannya telah menyiapkan langkah antisipasi dengan mengandalkan jalur pelaporan fasilitas kesehatan.

"Nanti pasti ada laporan-laporan dari layanan fasilitas pelayanan kesehatan, atau aduan masyarakat kepada fasilitas kesehatan masyarakat. Tentu (jika ada laporan) kita menindaklanjuti," paparnya.

Mantan Direktur RSUD Haji ini menyatakan tim kesehatan telah disiagakan untuk memantau perkembangan terbaru di lapangan. Menurutnya, pola penanganan akan disesuaikan dengan data yang masuk dari setiap daerah.

"Adapun apa yang kita lakukan nanti, tentunya penanganan. Kita lihat dari data yang masuk," ucap dokter spesialis kulit dan kelamin kelahiran Kabupaten Luwu itu.

Super Flu Terdeteksi di 13 Provinsi, Terbanyak Jawa Timur dan Kalsel

Virus varian baru influenza A pertama kali teridentifikasi di Amerika Serikat setelah dilaporkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada Agustus 2025. Penyebarannya kemudian meluas ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kemenkes RI mencatat hingga akhir Desember 2025 ditemukan 62 kasus Super Flu yang tersebar di delapan provinsi. Jumlah terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat, meski kondisi secara umum masih terkendali.

Data Kemenkes dari 13 Balai Besar atau Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (B/BLKM), sembilan rumah sakit, dan Laboratorium Biologi Kesehatan pada Minggu epidemiologi ke-37 masih bersifat sementara. Dari 185 spesimen yang diperiksa pada Minggu epidemiologi ke-36, sebanyak 86 spesimen positif influenza.

Rinciannya, 76 spesimen influenza A (H1N1pdm09), delapan influenza A (H3N2), dan dua influenza B (Victoria). Khusus influenza A (H3N2) subclade K, virus ini sudah terdeteksi di 13 provinsi.

Data kumulatif Januari 2026 mencatat kasus terbanyak di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan dengan masing-masing 18 kasus. Disusul Jawa Barat 12 kasus, DKI Jakarta 11 kasus, Sumatera Selatan 5 kasus, Sumatera Utara 3 kasus, serta Bali dan Nusa Tenggara Timur masing-masing dua kasus. Penularan virus ini mulai terdeteksi sejak Januari hingga September 2026.

Anak-Anak Paling Rentan, Gejala Datang Mendadak

Serangan Super Flu didominasi anak-anak dengan ciri khas gejala yang muncul tiba-tiba. Seseorang yang merasa sehat pada pagi hari bisa mendadak demam tinggi disertai badan lemas saat sore menjelang malam.

Gejala lain meliputi nyeri otot pada punggung, paha, dan lengan, kelelahan ekstrem, sakit kepala intens, serta gangguan pernapasan disertai batuk, sakit tenggorokan, dan hidung berair atau tersumbat. Gejala biasanya muncul satu sampai empat hari setelah terinfeksi.

Dinkes Sulsel meminta warga segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala serupa, terutama pada anak-anak. Laporan dari puskesmas dan rumah sakit akan menjadi dasar penanganan lebih lanjut di tingkat provinsi.

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: makassar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks