MAKASSAR — Prakiraan cuaca Sulawesi Selatan selama sepekan ke depan memperlihatkan kontras tajam antara wilayah dataran rendah dan kawasan pegunungan. Dataran rendah didominasi cuaca berawan hingga cerah dengan suhu panas, sementara pegunungan berpotensi dilanda udara kabur dan kabut/asap bersuhu jauh lebih rendah.
Data BMKG Wilayah IV Makassar yang dikutip dari bmkg.go.id menunjukkan suhu tertinggi mencapai 35 derajat Celsius di Kabupaten Sidenreng Rappang pada Selasa, 29 September 2026. Pada hari itu, Sidrap diprakirakan cerah dengan kelembapan 39–86 persen.
Daerah Mana Saja yang Diprakirakan Capai Suhu 34 Derajat?
Selain Sidrap, sejumlah kabupaten diprakirakan menembus 34 derajat Celsius. Takalar mencapai angka itu pada Rabu, 23 September, dan bertahan tinggi pada periode berikutnya. Soppeng berpotensi menyentuh 34 derajat Celsius pada beberapa hari, begitu pula Pinrang dan Kota Parepare.
Di Kota Makassar, cuaca pada Rabu, 23 September diprakirakan berawan dengan suhu 25–32 derajat Celsius. Kondisi berubah cerah pada Jumat dan Sabtu, 25–26 September, kembali berawan Minggu, 27 September, lalu cerah lagi Senin hingga Selasa, 28–29 September.
Wilayah selatan juga relatif cerah. Jeneponto pada Rabu, 23 September berawan dengan suhu 24–33 derajat Celsius, kemudian beralih cerah berawan pada Jumat dan Sabtu, sebelum cerah pada Senin dan Selasa. Bulukumba mengawali periode dengan cuaca berawan bersuhu 24–31 derajat Celsius dan berangsur cerah berawan hingga cerah, dengan suhu maksimum 32 derajat Celsius pada Selasa, 29 September.
Di wilayah tengah dan utara, Maros, Barru, dan Wajo masing-masing diprakirakan mencapai 33 derajat Celsius. Pangkep relatif lebih rendah dengan suhu sekitar 26–30 derajat Celsius.
Enrekang dan Tana Toraja: Suhu 15–26 Derajat, Kelembapan Hingga 99 Persen
Enrekang pada Rabu, 23 September diprakirakan berawan dengan suhu 18–26 derajat Celsius. Cuaca berubah cerah berawan Jumat, 25 September, lalu cerah Sabtu, 26 September. Udara kabur muncul Minggu dan Senin, 27–28 September, dengan suhu sekitar 19–26 derajat Celsius.
Kondisi lebih mencolok terjadi di Tana Toraja. Pada Rabu dan Kamis, 23–24 September, wilayah ini berawan dengan suhu 18–30 derajat Celsius. Udara kabur mulai muncul Jumat, 25 September, dan berlanjut Sabtu, 26 September.
Pada Minggu, 27 September, BMKG memprakirakan Tana Toraja dilanda kabut/asap dengan suhu 19–25 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 99 persen. Udara kabur kembali diprakirakan Senin, 28 September, sebelum cerah Selasa, 29 September. Udara kabur muncul lagi Kamis, 1 Oktober dengan suhu 16–23 derajat Celsius.
Toraja Utara menghadapi kondisi serupa dengan suhu lebih rendah, yakni 15–26 derajat Celsius. Kabut/asap diprakirakan muncul Minggu, 27 September, sedangkan udara kabur berpotensi terjadi Senin dan Rabu, 28–30 September.
Luwu Utara Berpotensi Hujan Ringan, Luwu Timur Lebih Stabil
Luwu Utara menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian. Pada Rabu, 23 September, BMKG memprakirakan hujan ringan dengan suhu 16–21 derajat Celsius dan kelembapan 99 persen. Kondisi berubah berawan Kamis, 24 September.
Mulai Jumat hingga Senin, 25–28 September, wilayah ini beberapa kali diprakirakan mengalami kabut/asap dengan suhu sekitar 15–22 derajat Celsius. Pada Selasa, 29 September, cuaca cerah dengan suhu 15–23 derajat Celsius. Kabut/asap kembali berpotensi muncul Rabu, 30 September, sebelum udara menjadi kabur Kamis, 1 Oktober dengan suhu 14–20 derajat Celsius.
Luwu Timur cenderung lebih stabil dengan cuaca berawan hingga cerah berawan dan suhu 21–32 derajat Celsius. Kota Palopo juga diprakirakan berawan pada awal periode, kemudian beralih cerah hingga cerah berawan dengan suhu maksimum sekitar 30 derajat Celsius.
Apa Imbauan BMKG untuk Warga?
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama di wilayah bersuhu tinggi, perlu memperhatikan kondisi cuaca sepanjang hari. Pengguna jalan yang melintas di kawasan pegunungan disarankan berhati-hati karena potensi kabut/asap dapat menurunkan jarak pandang.
Prakiraan BMKG untuk 23 September–1 Oktober 2026 secara keseluruhan memperlihatkan dua wajah cuaca Sulsel: dataran rendah panas hingga 35 derajat Celsius, sementara pegunungan bersuhu lebih rendah dengan potensi udara kabur dan kabut/asap.