SULAWESI SELATAN — Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 200 menjadi Rp 44.050 per gram pada perdagangan Selasa (22/9/2026). Kenaikan ini berkebalikan dengan harga emas Antam yang justru turun tipis Rp 1.000 ke Rp 2.627.000 per gram di hari yang sama.
Perak Naik, Emas Justru Turun
Pada perdagangan Selasa (22/9/2026), harga emas Antam turun tipis Rp 1.000 menjadi Rp 2.627.000 per gram. Penurunan emas ini terjadi bersamaan dengan kenaikan perak, menandakan kedua komoditas ini tidak selalu bergerak seiring.
Perak investasi merupakan produk yang dicetak untuk disimpan sebagai aset, bukan untuk kebutuhan industri langsung. Produk ini umumnya tersedia dalam bentuk batangan dengan beragam ukuran, mulai dari gram hingga kilogram.
Selain batangan, ada juga koin atau medali tematik yang memiliki nilai kolektibilitas karena desain atau edisi khusus. Nilai tambah ini membuat sebagian produk perak tidak hanya dilihat dari bobot logamnya.
Rincian Harga Produk Perak Antam
Antam menawarkan beberapa varian produk perak dengan harga yang berbeda-beda. Koin Perak Gunung Bromo ukuran 31,1 gram dibanderol Rp 2.773.322 sebagai harga dasar, atau Rp 3.078.387 setelah PPN 11 persen.
Untuk Perak Murni, ukuran 250 gram dipatok Rp 11.412.500 (harga dasar) dan Rp 12.667.875 setelah PPN 11 persen. Sementara ukuran 500 gram dijual Rp 22.025.000 (harga dasar) atau Rp 24.447.750 setelah PPN 11 persen.
Varian Perak Heritage tersedia dalam dua ukuran. Untuk 31,1 gram, harga dasarnya Rp 1.917.744 atau Rp 2.128.696 setelah PPN 11 persen. Adapun ukuran 186,6 gram dibanderol Rp 10.385.026 (harga dasar) atau Rp 11.527.379 setelah PPN 11 persen.
Harga produk perak dapat berbeda tergantung jenis, berat, dan karakteristik masing-masing produk. Investor disarankan membeli melalui kanal resmi serta memastikan berat, kadar kemurnian, dan identitas produsen tercantum jelas.
Perak sebagai Alternatif Investasi
Perak menawarkan harga per gram yang jauh lebih terjangkau dibanding emas, sehingga cocok untuk investor pemula yang ingin mulai mengumpulkan aset logam mulia. Dengan harga Rp 44.050 per gram, perak bisa menjadi pintu masuk diversifikasi portofolio tanpa modal besar.
Dokumen atau sertifikat produk juga perlu disimpan dengan baik sebagai bukti kepemilikan dan keaslian. Hal ini penting saat investor ingin menjual kembali aset tersebut di kemudian hari.
Dalam jangka panjang, harga perak menunjukkan kenaikan signifikan. Pada 2015, harga perak berada di kisaran Rp 8.500 per gram, lalu mencapai sekitar Rp 30.200 per gram pada 2025. Artinya, dalam sepuluh tahun, harga perak naik lebih dari tiga kali lipat.
Penutup: Kenaikan harga perak Antam hari ini menjadi sinyal bahwa minat terhadap logam mulia alternatif terus hidup, terutama di tengah harga emas yang sudah sangat tinggi. Bagi investor, perak bisa menjadi pelengkap strategi investasi, asalkan pembelian dilakukan lewat kanal resmi dan produknya tersertifikasi.