Pencarian

PLN Pulihkan Listrik Pascagempa Flores, 355 Ribu Pelanggan Kembali Menyala

Senin, 21 September 2026 • 15:09:02 WIB
PLN Pulihkan Listrik Pascagempa Flores, 355 Ribu Pelanggan Kembali Menyala
Petugas PLN memulihkan aliran listrik bagi 355 ribu pelanggan terdampak gempa di enam kabupaten di Pulau Flores.

SULAWESI SELATAN — PT PLN (Persero) menuntaskan pemulihan aliran listrik bagi 355 ribu pelanggan terdampak gempa bumi di Pulau Flores hanya dalam waktu 3 hari 8 jam. Kecepatan respons tersebut mendapat apresiasi dari Komisi XII DPR RI dalam kunjungan kerja spesifik ke Fuel Terminal Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Pemulihan ini menjadi bukti kesiapan PLN menghadapi darurat bencana di wilayah kepulauan dengan medan geografis berat.

Gempa yang mengguncang Pulau Flores pada pertengahan Agustus lalu memutus akses energi di enam kabupaten sekaligus. Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri, menyatakan petugas perusahaan bergerak cepat menembus medan terdampak demi mengembalikan akses energi bagi masyarakat.

Genset Darurat ke 48 Puskesmas dan Rumah Sakit Lapangan

Selain memulihkan jaringan distribusi, PLN mengerahkan genset darurat ke 48 Puskesmas dan Rumah Sakit Lapangan Ben Boi. Langkah itu memastikan pelayanan kesehatan darurat tetap berjalan tanpa hambatan saat listrik utama belum kembali normal.

"Pasca-gempa, tim PLN di lapangan bergerak cepat hingga berhasil menuntaskan pemulihan aliran listrik bagi 355 ribu pelanggan terdampak di 6 kabupaten hanya dalam waktu 3 hari 8 jam," kata Arsyadany.

Anggota Komisi XII DPR RI, N.M. Dipo Nusantara Pua Upa, menyoroti beratnya tantangan geografis yang dihadapi petugas PLN di lapangan. Ia menilai dukungan operasional berupa kendaraan double cabin atau motor trail perlu dipenuhi agar penanganan darurat di pelosok semakin maksimal.

"Saya melihat langsung bagaimana teman-teman PLN di lapangan berjuang dengan tantangan geografis yang berat. Dedikasi seperti ini patut kita dukung bersama," ujar Dipo.

Rasio Elektrifikasi NTT Melonjak dari 27 Persen ke 97 Persen

Ketua Tim Komisi XII DPR RI, Melchias Markus Mekeng, menilai ketangguhan PLN dalam penanganan bencana melengkapi capaian transformasi kelistrikan di Nusa Tenggara Timur. Pada 2010, rasio elektrifikasi NTT baru mencapai 27 persen. Per September 2026, angka tersebut melonjak hingga 97 persen.

"Ini adalah capaian luar biasa, sebuah lompatan besar sekaligus bukti nyata kehadiran negara melalui PLN untuk memberikan keadilan energi bagi masyarakat, baik dalam kondisi normal maupun saat krisis," kata Melchias.

Pertemuan strategis di Labuan Bajo juga dihadiri perwakilan KESDM, Danantara Indonesia, MIND ID, dan Pertamina. Forum tersebut membahas kesiapan sistem kelistrikan NTT secara keseluruhan, termasuk daya mampu Sistem Timor sebesar 189 MW dan Sistem Flores sebesar 123 MW yang melayani 1,39 juta pelanggan.

Zero Down Time untuk Labuan Bajo dan Penambahan SPKLU

Kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo mendapat perhatian khusus. PLN menyiapkan layanan Zero Down Time (ZDT) agar pasokan listrik ke kawasan wisata tidak terputus, sekaligus menambah infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

"Listrik adalah fondasi kehidupan dan kemanusiaan. PLN berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keandalan pasokan energi untuk pertumbuhan ekonomi dan pariwisata, tetapi juga menjadi yang terdepan dalam sigap memulihkan kehidupan masyarakat saat bencana melanda," ujar Arsyadany.

Pemulihan pascagempa Flores menunjukkan peran PLN tidak berhenti pada penjagaan keandalan pasokan harian. Di wilayah kepulauan dengan topografi sulit, kecepatan pemulihan jaringan listrik menentukan seberapa cepat layanan publik dan aktivitas ekonomi warga kembali berjalan.

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks