SULAWESI SELATAN — Infinix SMART 20e terpantau bersiap meluncur ke pasar Indonesia setelah nomor model X6843B muncul di sertifikasi SDPPI Postel Komdigi dengan nama pemasaran resmi SMART 20e. Perangkat ini juga sudah mengantongi sertifikasi TKDN dari Kemenperin dengan nilai 35,05% sejak awal September. Ponsel entry-level ini membawa baterai 6.000 mAh, lebih besar dari versi standar SMART 20.
Perangkat dengan kode serupa juga tercatat di database P3DN Kemenperin. Infinix SMART 20e sudah lolos sertifikasi TKDN sejak awal September dengan nilai 35,05% dan mendukung koneksi 4G LTE.
Spesifikasi yang Dibocorkan
Bocoran sejauh ini menempatkan Infinix SMART 20e dengan chipset Helio G81. SoC tersebut juga dipakai di SMART 20 standar, jadi bukan racikan baru untuk lini ini.
- Layar: 6,78 inci, resolusi HD+, refresh rate 120Hz
- Chipset: MediaTek Helio G81
- RAM: LPDDR4X
- Penyimpanan: eMMC 5.1
- Baterai: 6.000 mAh
- Konektivitas: 4G LTE
Baterai Lebih Besar dari Varian Standar
Infinix SMART 20e disebut membawa baterai 6.000 mAh. Kapasitas itu lebih besar dari 5.200 mAh yang dipakai SMART 20 standar.
Kombinasi akhiran "e" yang biasanya menandai versi lebih murah dengan baterai lebih jumbo membuat posisi SMART 20e sedikit membingungkan. Di satu sisi terdengar seperti varian ekonomis, di sisi lain justru unggul di daya tahan.
Layar dan Memori Kelas Murah
Panel 6,78 inci HD+ dengan refresh rate 120Hz jadi nilai jual utama di kelasnya. Kombinasi RAM LPDDR4X dan storage eMMC 5.1 terbilang standar untuk ponsel murah, tapi masih cukup untuk pemakaian harian seperti media sosial dan pesan instan.
Refresh rate 120Hz di layar HD+ termasuk jarang di segmen entry-level. Buat pengguna yang sering scroll feed atau main game ringan, panel ini memberi pengalaman lebih halus dibanding layar 60Hz.
Harga dan Ketersediaan
Belum ada informasi resmi soal tanggal rilis Infinix SMART 20e di Indonesia. Infinix juga belum mengumumkan harga maupun varian memori yang bakal dijual.
Melihat sertifikasi SDPPI dan TKDN yang sudah rampung, kemungkinan peluncuran tidak akan lama lagi. Kedua sertifikasi itu biasanya jadi tahap akhir sebelum produk masuk kanal distribusi resmi.
Posisi di Pasar Entry-Level
Segmen ponsel murah Indonesia masih jadi medan tempur merek seperti Redmi, Realme, dan POCO. Infinix selama ini bersaing lewat baterai besar dan harga agresif, dan pola itu tampaknya berlanjut di SMART 20e.
Baterai 6.000 mAh jadi pembeda paling jelas dibanding SMART 20 standar. Kalau Infinix mempertahankan strategi harga lama, SMART 20e berpotensi jadi pilihan menarik buat pengguna yang prioritas utamanya daya tahan baterai.
Ponsel ini paling cocok untuk pengguna pertama smartphone, pelajar, atau siapa pun yang butuh perangkat second phone dengan baterai awet. Pantau terus pengumuman resmi Infinix soal harga dan tanggal jualnya.