Pencarian

9 Tempat Wisata Gratis di Kendari untuk Liburan Hemat

Kamis, 17 September 2026 • 18:13:32 WIB
9 Tempat Wisata Gratis di Kendari untuk Liburan Hemat

KENDARI - Wisata gratis di Kendari menawarkan cara berbeda untuk menikmati kota tanpa harus menyiapkan anggaran besar untuk tiket masuk.

Bukan berarti pengalaman yang didapat menjadi sederhana. Kendari memiliki ruang publik di tepian Teluk Kendari, kawasan pesisir, landmark kota, kampung wisata, hingga ruang terbuka yang dapat dinikmati tanpa tiket masuk.

Beberapa tempat bahkan memiliki karakter yang berbeda ketika dikunjungi pada pagi, sore, atau malam hari.

Wisata gratis di kendari paling menarik ketika perjalanan tidak hanya mengejar foto, tetapi juga memberi ruang untuk menikmati angin laut, melihat aktivitas warga, mencicipi makanan lokal dengan anggaran terpisah, atau menyaksikan perubahan warna langit dari kawasan pesisir.

Portal resmi pariwisata Kota Kendari saat ini mencantumkan sejumlah destinasi dengan tiket masuk gratis, termasuk Kendari Beach, Masjid Terapung Al-Alam, Tugu MTQ Square, Anjungan Teluk Kendari, serta beberapa desa wisata.

Cara menikmati Kendari tanpa tiket mahal

Liburan hemat membutuhkan sedikit strategi. Tiket masuk memang bisa nol rupiah, tetapi transportasi, makanan, parkir, dan aktivitas tambahan tetap perlu dihitung.

Karena itu, konsep wisata gratis sebaiknya dipahami sebagai destinasi tanpa tiket masuk, bukan perjalanan tanpa pengeluaran sama sekali.

Gunakan pola satu kawasan

Pilih beberapa tempat yang lokasinya relatif berdekatan dalam satu hari.

Contohnya:

Sore di Anjungan Teluk Kendari.

Menjelang malam menuju kawasan Kendari Beach.

Malam menikmati suasana pusat kota.

Hari berikutnya mengunjungi kampung wisata.

Pola ini mengurangi perjalanan bolak-balik dan membuat anggaran transportasi lebih terkendali.

Kendari Beach untuk menikmati suasana pesisir

Kendari Beach atau Kebi merupakan salah satu ruang publik gratis yang tercantum pada portal pariwisata resmi Kota Kendari.

Kawasan ini berada di Jalan Sultan Hasanuddin, Punggaloba, Kendari Barat, dan beroperasi sekitar pukul 16.00–00.00 WITA menurut informasi destinasi resmi.

Karakter Kebi berbeda dari pantai berpasir. Kawasan ini merupakan tepian laut yang berkembang menjadi tempat rekreasi sore dan malam dengan deretan penjual makanan serta kafe di pinggir jalan.

Waktu terbaik berkunjung

16.00–17.00: cocok untuk berjalan santai ketika suasana mulai hidup.

17.00–18.30: cocok menikmati perubahan cahaya sore.

Malam hari: cocok untuk melihat suasana kuliner dan aktivitas warga.

Tiket masuknya tercantum gratis, tetapi makanan dan minuman tentu tetap berbayar. Portal resmi juga menyebut banana epe dan sarabba sebagai kuliner yang dapat dicoba di kawasan tersebut.

Anjungan Teluk Kendari untuk sore yang santai

Anjungan Teluk Kendari berada di Jalan Ir. H. Alala, kawasan Bypass Kendari. Portal resmi kota mencantumkan tiket masuk gratis dan jam operasional 15.00–22.00 WITA.

Tempat ini dirancang sebagai ruang publik terbuka dan memiliki pemandangan menuju Jembatan Teluk Kendari.

Area pejalan kaki, instalasi seni, tempat duduk, area bermain anak, toilet, serta parkir membuatnya cocok untuk kunjungan keluarga.

Ide aktivitas gratis

Berjalan menyusuri kawasan anjungan.

Memotret Jembatan Teluk Kendari.

Menikmati angin laut.

Mengajak anak bermain.

Mengamati aktivitas perairan.

Menunggu suasana senja.

Waktu sekitar 16.30 direkomendasikan portal resmi sebagai waktu yang nyaman untuk menghindari panas sekaligus mempersiapkan diri menikmati perubahan langit menjelang malam.

Masjid Terapung Al-Alam bukan hanya destinasi religi

Masjid Terapung Al-Alam berada di Teluk Kendari dan tercantum sebagai destinasi gratis dalam portal pariwisata Kota Kendari. Portal tersebut mencantumkan akses 24 jam, area parkir, tempat wudu, toilet, serta area salat.

Bangunan yang berada di atas perairan menjadi daya tarik visual tersendiri. Namun, karena fungsi utamanya adalah tempat ibadah, etika berkunjung harus menjadi prioritas.

Etika yang perlu dijaga

Mengenakan pakaian sopan.

Tidak mengganggu jamaah.

Tidak menggunakan area ibadah sebagai lokasi pemotretan berlebihan.

Menjaga suara.

Menjaga kebersihan.

Mematuhi aturan pengelola.

Waktu menjelang senja dapat memberikan suasana menarik karena cahaya sore bertemu dengan lanskap Teluk Kendari. Portal resmi juga menyebut waktu tersebut sebagai salah satu momen yang menarik untuk berkunjung.

Tugu MTQ Square untuk aktivitas sore hingga malam

Tugu MTQ Square berada di Jalan Supu Yusuf, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga. Destinasi ini tercantum gratis dan memiliki jam operasional yang dicatat sekitar 15.00–23.00 WITA.

Kawasan ini berfungsi sebagai landmark sekaligus ruang terbuka. Masyarakat dapat memanfaatkannya untuk berjalan santai, olahraga sore, atau menghadiri kegiatan kota.

Cocok untuk siapa?

Keluarga dengan anak.

Pengunjung yang ingin jalan santai.

Pemburu suasana kota.

Wisatawan dengan waktu terbatas.

Pengunjung yang ingin mencari makanan kaki lima.

Menjelang malam, kawasan sekitar tugu semakin hidup dengan pedagang makanan dan wahana bermain anak.

Desa Wisata Agrowisata Amohalo

Bagi yang ingin pengalaman berbeda dari wisata perkotaan, Desa Wisata Agrowisata Amohalo menawarkan suasana persawahan di Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga.

Portal resmi Kota Kendari mencantumkan destinasi ini sebagai kampung wisata gratis. Daya tariknya adalah lanskap persawahan, aktivitas pertanian, udara terbuka, serta kesempatan berinteraksi dengan masyarakat lokal.

Aktivitas yang dapat dilakukan

Berjalan melihat persawahan.

Mengamati aktivitas pertanian.

Mengenal kehidupan masyarakat setempat.

Mengambil foto lanskap.

Mengajak anak mengenal proses pertanian.

Kunjungan sebaiknya dilakukan dengan menghormati aktivitas warga. Area pertanian bukan sekadar latar foto, melainkan ruang hidup masyarakat.

Desa Wisata Macan Puncak Tipulu untuk panorama kota

Desa Wisata Macan Puncak Tipulu berada di Kelurahan Tipulu, Kendari Barat. Portal resmi mencantumkan tiket masuk gratis dan jam operasional 06.00–22.00 WITA.

Daya tarik utamanya adalah posisi yang lebih tinggi sehingga panorama kota Kendari dapat terlihat dari atas. Portal resmi juga mencatat akses menuju lokasi cukup menanjak.

Persiapan sebelum naik

Pastikan kendaraan dalam kondisi baik.

Gunakan rem dan ban yang layak.

Hindari berkendara terburu-buru.

Datang sebelum terlalu gelap jika belum mengenal rute.

Siapkan air minum.

Gunakan alas kaki yang nyaman.

Tempat ini menarik untuk sore hari, terutama ketika lanskap kota mulai mendapatkan cahaya keemasan.

Desa Wisata Puday untuk melihat sisi pesisir Kendari

Desa Wisata Puday berada di kawasan Abeli dan termasuk destinasi kampung wisata gratis dalam portal resmi Kota Kendari.

Daya tariknya bukan atraksi buatan yang besar, melainkan kehidupan perkampungan pesisir dan interaksi dengan masyarakat.

Wisata seperti ini membutuhkan cara pandang berbeda. Tidak perlu mencari wahana besar. Aktivitas warga, rumah pesisir, perairan, dan suasana kampung dapat menjadi bagian pengalaman.

Etika saat berkunjung

Jangan memasuki rumah warga tanpa izin.

Jangan memotret orang secara dekat tanpa persetujuan.

Jangan mengganggu aktivitas nelayan.

Hindari membuang sampah.

Belilah makanan atau produk lokal jika tersedia.

Hormati adat dan kebiasaan setempat.

Dengan begitu, wisata gratis tetap memberikan manfaat kepada masyarakat lokal.

Desa Wisata Tondonggeu untuk suasana pesisir yang tenang

Tondonggeu berada di Kecamatan Abeli dan juga tercantum sebagai kampung wisata gratis. Portal resmi menggambarkannya sebagai kawasan pesisir dengan suasana perkampungan dan panorama laut.

Tempat ini cocok bagi pengunjung yang lebih menyukai suasana tenang daripada keramaian pusat kota.

Aktivitas yang cocok

Menikmati udara laut.

Berjalan santai.

Mengamati kehidupan pesisir.

Fotografi lanskap.

Menikmati suasana sore.

Berinteraksi secara sopan dengan masyarakat.

Kekuatan Tondonggeu justru terletak pada kesederhanaannya.

Susun itinerary satu hari dengan anggaran minim

Beberapa destinasi gratis dapat dirangkai menjadi perjalanan sehari.

Pagi

Mulai dengan aktivitas di ruang publik atau kawasan yang tidak terlalu panas.

Jalan santai.

Sarapan sederhana.

Menjelajahi kawasan kota.

Siang

Pilih aktivitas yang tidak membutuhkan tiket dan tidak terlalu menguras tenaga.

Beristirahat.

Menjelajahi kawasan kampung wisata.

Makan siang dengan menu lokal.

Sore

Ini waktu terbaik untuk memaksimalkan kawasan pesisir.

Anjungan Teluk Kendari.

Desa Wisata Macan Puncak Tipulu.

Masjid Terapung Al-Alam.

Malam

Tutup perjalanan di kawasan ruang publik yang ramai.

Kendari Beach.

Tugu MTQ Square.

Kuliner kaki lima.

Dengan strategi tersebut, tiket masuk dapat ditekan hampir nol, sementara anggaran diarahkan pada transportasi dan konsumsi.

Cara membuat liburan gratis tetap menarik

Gratis tidak berarti harus tanpa perencanaan. Justru karena tidak ada banyak biaya tiket, perhatian dapat dialihkan pada pengalaman.

Bawa perlengkapan sederhana

Air minum.

Tikar kecil.

Power bank.

Kamera atau ponsel.

Topi.

Payung.

Kantong sampah pribadi.

Uang tunai secukupnya.

Perlengkapan sederhana dapat mengurangi pembelian tidak terencana selama perjalanan.

Perhatikan perbedaan antara tiket masuk dan biaya aktivitas

Informasi “gratis” pada sebuah destinasi biasanya merujuk pada tiket masuk dasar.

Biaya lain masih mungkin muncul, seperti:

Parkir.

Makanan.

Minuman.

Sewa gazebo.

Wahana anak.

Transportasi.

Pembelian produk lokal.

Contohnya, Pantai Nambo tercantum Rp10.000 per orang sehingga tidak termasuk kategori wisata tanpa tiket.

Membedakan kategori tersebut penting agar anggaran perjalanan tidak meleset.

Rekomendasi berdasarkan tipe wisata

Pilihan destinasi dapat disesuaikan dengan tujuan perjalanan.

Untuk keluarga

Anjungan Teluk Kendari.

Tugu MTQ Square.

Masjid Terapung Al-Alam.

Untuk fotografi

Anjungan Teluk Kendari.

Macan Puncak Tipulu.

Masjid Terapung Al-Alam.

Untuk suasana pesisir

Kendari Beach.

Desa Wisata Puday.

Desa Wisata Tondonggeu.

Untuk pengalaman lokal

Desa Wisata Agrowisata Amohalo.

Desa Wisata Puday.

Desa Wisata Tondonggeu.

Pembagian tersebut bukan peringkat, melainkan cara sederhana memilih tempat berdasarkan karakter pengalaman.

FAQ

Apa saja wisata gratis di Kendari?

Portal resmi Kota Kendari mencantumkan sejumlah destinasi gratis, antara lain Kendari Beach, Masjid Terapung Al-Alam, Tugu MTQ Square, Anjungan Teluk Kendari, Desa Wisata Agrowisata Amohalo, Desa Wisata Macan Puncak Tipulu, Desa Wisata Puday, dan Desa Wisata Tondonggeu.

Apakah Kendari Beach benar-benar gratis?

Portal pariwisata Kota Kendari mencantumkan tiket masuk Kendari Beach sebagai gratis. Pengunjung tetap perlu menyiapkan anggaran jika membeli makanan atau minuman di sekitar kawasan.

Kapan waktu yang bagus untuk mengunjungi Anjungan Teluk Kendari?

Portal resmi menyarankan sekitar pukul 16.30 untuk menghindari panas sekaligus menikmati transisi menuju suasana senja. Jam operasional yang dicantumkan adalah 15.00–22.00 WITA.

Apakah Pantai Nambo gratis?

Tidak. Portal resmi Kota Kendari mencantumkan tiket mulai Rp10.000 per orang.

Apakah ada wisata gratis untuk keluarga?

Ada beberapa pilihan ruang publik dan destinasi gratis yang memiliki fasilitas keluarga, seperti Anjungan Teluk Kendari dan Tugu MTQ Square.

Penutup

Kendari tidak selalu meminta tiket mahal untuk memperlihatkan wajah terbaiknya. Ada laut yang bisa dinikmati dari tepian kota, ruang publik yang hidup menjelang malam, kampung yang menyimpan cerita, dan panorama dari ketinggian.

Dengan rute yang tepat dan pengeluaran yang terukur, wisata gratis di kendari dapat berubah menjadi perjalanan sederhana yang justru paling sulit dilupakan.

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks