Pencarian

Review Porsche 911 Turbo S Cabriolet 2026: 701 HP Hybrid yang Bikin Otak Bergeser

Minggu, 13 September 2026 • 17:37:01 WIB
Review Porsche 911 Turbo S Cabriolet 2026: 701 HP Hybrid yang Bikin Otak Bergeser
Porsche 911 Turbo S Cabriolet 2026 menjalani pengujian di berbagai kondisi jalan.

SULAWESI SELATAN — Porsche memberikan The Drive waktu delapan hari untuk menguji langsung 911 Turbo S Cabriolet 2026, termasuk membawa anak penulis ke hari pertama SMA. Pengujian mencakup berbagai kondisi cuaca dan jalan, dari dalam kota hingga jalan pedesaan. Satu hal yang langsung terasa: ini bukan 911 Turbo biasa.

Mesin 3.6 Liter Flat-Six dengan Dua Turbo Elektrik

Jantung pacunya tetap 3.6 liter flat-six, tapi kini dibantu dua turbocharger yang dialiri listrik. Porsche juga menanam motor listrik di dalam transaxle dual-clutch delapan percepatan, plus baterai lithium-ion kecil di depan.

Kombinasi ini menghasilkan 701 hp dan torsi 590 lb-ft. Mesin bakarnya sendiri menyumbang 631 hp dan 560 lb-ft, sedangkan sistem hybrid menambah 80 hp dan 138 lb-ft. Porsche mengklaim 0-60 mph tercapai dalam 2,4 detik, dan 124 mph dalam enam detik saja.

Kecepatan puncaknya 200 mph. Bobot keseluruhan Cabriolet ini 4.000 pon, atau sekitar 180 pon lebih berat dari versi coupe.

Pengalaman Launch Control yang Bikin Penumpang Kehilangan Orientasi

Penulis menguji fitur launch control empat kali selama delapan hari. Dua penumpang belum pernah merasakan akselerasi seperti ini, dua lainnya sudah veteran. Salah satunya, Rob, yang pernah memiliki Z06 hingga McLaren, langsung berkomentar setelah dicoba.

"Saya benar-benar merasa otak saya bergeser ke belakang kepala," kata Rob, dikutip dari artikel aslinya.

Prosedurnya klasik: injak rem dengan kaki kiri, putar dial mode ke Sport Plus, lalu gas penuh dengan kaki kanan. Mobil akan merunduk, sayap belakang naik, dan turbo melakukan pre-spool yang terdengar seperti tarikan napas panjang.

Sasis dan Suspensi Menutupi Bobot 4.000 Pon

Dynamic Chassis Control milik Porsche berusaha menyembunyikan bobot ekstra. Anti-roll bar bertenaga 400 volt menjaga bodi tetap rata di tikungan ketat, sementara poros depan bermotor memberi cengkeraman besar.

Menariknya, penulis mencatat mobil ini terasa lebih lincah di tikungan dibanding Ferrari 849 Testarossa Spider yang pernah dikendarainya musim panas lalu, meski Ferrari punya tenaga 300 hp lebih besar. Di dalam kota, kabinnya tetap nyaman untuk dipakai harian.

Sayangnya, penulis tidak bisa menguji stabilitas kecepatan puncak karena tidak ada jalan bebas hambatan tanpa batas seperti Autobahn di Amerika Serikat.

Pilihan Warna dan Interior yang Menaikkan Harga

Unit yang diuji memakai warna Oak Green Metallic Neo dengan biaya tambahan 3.160 dolar AS, plus interior Truffle Brown seharga 2.000 dolar AS. Daftar opsi panjang lainnya mendorong harga total menjadi 304.330 dolar AS dari harga dasar 286.650 dolar AS.

Velg depan 20 inci dan belakang 21 inci dibalut ban Pirelli P Zero yang 10 mm lebih lebar dari sebelumnya, ukuran 255/35ZR-20 dan 325/30ZR-21. Rem cakram carbon-ceramic berukuran 16,5 inci di depan dan 16,1 inci di belakang sudah standar.

Catatan soal Kursi Belakang dan Nilai Jual

Kabinnya diklaim empat kursi, tapi penulis menegaskan bahwa mengangkut penumpang ketiga tidak nyaman. Kursi belakang hanya layak untuk perjalanan pendek.

Penulis juga menyoroti sulitnya membenarkan harga dua kali lipat dari 911 Carrera biasa yang bisa didapat di bawah 150.000 dolar AS. Pengalaman berkendara inti Porsche, menurutnya, sudah bisa dinikmati di harga setengahnya. Meski begitu, ia mengakui Turbo S Cabriolet ini berhasil membuatnya melupakan sensasi akselerasi mobil listrik.

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: thedrive.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks