Pencarian

Wonosobo Kini Punya 12 Warisan Budaya Takbenda, Tiga Terbaru Ditetapkan 2026

Selasa, 01 September 2026 • 09:15:01 WIB
Wonosobo Kini Punya 12 Warisan Budaya Takbenda, Tiga Terbaru Ditetapkan 2026
Wonosobo kini memiliki 12 Warisan Budaya Takbenda Indonesia setelah tiga tradisi terbaru ditetapkan pada 2026.

SULAWESI SELATAN — Wonosobo selama ini dikenal sebagai gerbang menuju Dataran Tinggi Dieng. Namun di balik panorama vulkaniknya, kabupaten ini menyimpan kekayaan tradisi yang kini kian terawat. Penetapan tiga Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2026 oleh Kementerian Kebudayaan RI pada Jumat, 3 Juli 2026 lalu, menjadikan Wonosobo salah satu daerah dengan pengakuan budaya terbanyak di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo, Fahmi Hidayat, menyebut capaian ini buah kolaborasi panjang antara pemerintah daerah, pelaku budaya, akademisi, dan komunitas setempat. "Ini merupakan kebanggaan sekaligus amanah bagi kita semua untuk terus menjaga, melestarikan, dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang," ujarnya.

Tiga Warisan Budaya Terbaru yang Wajib Diketahui

Bucu Pendem Wadaslintang adalah tradisi ritual yang tumbuh di Kecamatan Wadaslintang, area perbukitan di selatan Wonosobo. Tradisi ini merepresentasikan rasa syukur masyarakat atas hasil bumi—menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menyaksikan kearifan lokal di luar jalur wisata mainstream.

Balon Tradisional Wonosobo berbeda dari festival balon udara pada umumnya. Ini adalah permainan rakyat yang telah mengakar, biasanya digelar saat momen tertentu, dan menjadi tontonan visual yang unik di langit Wonosobo. Sementara Topeng Wonosaban merupakan seni pertunjukan bertopeng khas Wonosobo, masih satu rumpun dengan tradisi Lengger tetapi memiliki karakter visual dan gerak yang berbeda.

Peta Budaya Wonosobo: Dari Ruwatan Rambut Gimbal hingga Tempe Kemul

Dengan tambahan tiga warisan terbaru, berikut daftar lengkap 12 WBTb Indonesia asal Wonosobo yang telah ditetapkan sejak 2016:

  • Ruwatan Rambut Gimbal (2016)
  • Hak-hakan (2018)
  • Tari Topeng Lengger (2020)
  • Bundengan (2020)
  • Wayang Othok Obrol (2021)
  • Tempe Kemul Wonosobo (2022)
  • Mie Ongklok (2025)
  • Tradisi Ambeng Desa Tieng (2025)
  • Wayang Kedu Gagrak Wonosaban (2025)
  • Balon Tradisional Wonosobo (2026)
  • Bucu Pendem Wadaslintang (2026)
  • Topeng Wonosaban (2026)

Bagi pecinta kuliner, dua warisan dari kategori makanan—Mie Ongklok dan Tempe Kemul—sudah lama menjadi ikon wisata kuliner yang mudah ditemukan di pusat kota hingga kawasan Dieng. Sementara Ruwatan Rambut Gimbal adalah ritual adat yang paling banyak dicari wisatawan, biasanya digelar di desa-desa sekitar Dieng dengan jadwal yang diumumkan oleh pemerintah desa setempat.

Dampak untuk Pariwisata dan Langkah ke Depan

Pengakuan ini memperkuat posisi Wonosobo sebagai destinasi budaya, bukan hanya alam. Pemkab berkomitmen melakukan inventarisasi, pelindungan, dan pengembangan terhadap objek pemajuan kebudayaan daerah—sekaligus menjadikannya modal pengembangan pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan.

Bagi traveler, kabar ini berarti bertambahnya alasan untuk memasukkan Wonosobo dalam daftar perjalanan. Kombinasi antara wisata alam Dieng, kuliner khas, dan kini pengakuan resmi atas tradisi lokalnya menjadikan Wonosobo destinasi yang utuh. Untuk informasi jadwal pertunjukan atau ritual adat, wisatawan disarankan menghubungi Disparbud Kabupaten Wonosobo atau akun media sosial resmi mereka sebelum berangkat.

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarabaru.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks