MAROS — Sebanyak 463 calon jemaah haji asal Maros akan menjalani pembinaan intensif selama 40 kali pertemuan, terdiri dari 20 sesi daring dan 20 sesi tatap muka. Program ini dirancang untuk mempertahankan predikat Kabupaten Maros sebagai daerah dengan pembinaan haji terbaik yang telah diraih selama empat tahun berturut-turut.
Kuota Sementara 463 Jemaah, Masih Bisa Bertambah
Kepala Kemenhaj Maros H. Ahmad Ihyadin melaporkan, kuota sementara untuk musim haji 2027 sebanyak 463 jemaah. Rinciannya, 453 calon jemaah reguler dan 10 jemaah prioritas lansia. Jumlah itu masih berpeluang bertambah menyesuaikan daftar tunggu (waiting list) yang ada.
Dari total 628 jemaah haji Maros tahun 2026, sebanyak 626 orang telah kembali ke tanah air. Dua jemaah lainnya meninggal dunia di Makkah setelah wukuf.
Pembinaan Dimulai Lebih Awal, Jadwal Haji Semakin Maju
Kepala Kanwil Kemenhaj Sulawesi Selatan H. Iqbal Latif menjelaskan, penyelenggaraan haji 2026 berjalan baik dan mendapat apresiasi masyarakat. Seiring jadwal haji yang semakin maju, persiapan untuk musim 2027 pun dilakukan lebih awal dari biasanya.
“Manasik haji merupakan bekal penting agar jemaah mampu melaksanakan ibadah dengan baik, sehat, mandiri, dan kembali menjadi haji yang mabrur,” ujar Bupati Maros Chaidir Syam saat membuka kegiatan.
Pemkab Apresiasi Keberhasilan Haji 2026
Pemerintah Kabupaten Maros memberikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara haji atas suksesnya pelaksanaan ibadah tahun lalu. Chaidir berharap kualitas pelayanan kepada jemaah terus meningkat pada musim haji mendatang.
Kegiatan pembukaan manasik dihadiri jajaran Forkopimda, Kepala Kemenag Maros, pimpinan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta ratusan calon jemaah haji. Bupati mengajak seluruh peserta mengikuti rangkaian bimbingan dengan sungguh-sungguh sebagai bekal sebelum berangkat ke Tanah Suci.