PANGKEP — Seminar yang berlangsung di Aula Kantor Desa Tompo Bulu ini dibuka secara resmi pada pukul 10.25 WITA. Kegiatan dihadiri oleh Kepala Desa Tompo Bulu beserta perangkat, Kepala Dusun I, II, dan III, Ketua RT/RK, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Bhabinkamtibmas, perwakilan SMAN 19 Pangkep, pelaku UMKM, serta tokoh masyarakat setempat.
Apa Saja Program Unggulan Mahasiswa KKN Unhas?
Selain program unggulan desa wisata, mahasiswa juga memaparkan tujuh program kerja individu. Beberapa di antaranya adalah Gen Cerdas Memilih: Edukasi Pemilih Pemula untuk Meningkatkan Literasi Demokrasi dan Partisipasi Politik, Policy Brief Desa, serta Edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Berbasis Kelistrikan bagi siswa SMAN 19 Pangkep.
Program lainnya mencakup Demonstrasi Seleksi Benih Padi Bernas Berbasis Metode Air Garam, Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Air Cucian Beras, Pelatihan Pembuatan Konten Promosi Digital untuk UMKM, hingga Pemetaan Titik Wisata dan Potensi Sumber Penghasilan Masyarakat.
Harapan Kepala Desa: Kolaborasi dan Keberlanjutan
Kepala Desa Tompo Bulu menegaskan bahwa program kerja yang dibawa mahasiswa merupakan hasil kolaborasi antara arahan akademik dari dosen pembimbing dengan permasalahan dan potensi nyata di desa. Ia berharap masyarakat mendukung pelaksanaan program dan mahasiswa aktif membangun komunikasi dengan pemerintah desa serta pihak terkait.
“Kami berharap masyarakat dapat memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program. Sementara mahasiswa diharapkan aktif membangun komunikasi dengan pemerintah desa, pihak-pihak terkait, serta menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat,” ujarnya dalam sambutan.
Arahan Sekretaris Desa: Efisien dan Tepat Sasaran
Sekretaris Desa Tompo Bulu mengingatkan agar program kerja tetap disesuaikan dengan kapasitas, tidak membutuhkan anggaran besar, dan dapat diselesaikan dalam masa KKN. Ia juga mendorong mahasiswa mengunjungi Kampung Minggi sebagai bagian dari proses mengenal kondisi wilayah dan masyarakat secara lebih dekat.
Masukan dari Bhabinkamtibmas dan Peserta Seminar
Bhabinkamtibmas Desa Tompo Bulu, AIPTU Abd. Azis, berharap inovasi mahasiswa memberikan manfaat nyata. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan aparat keamanan selama pelaksanaan program.
Pada sesi diskusi, peserta memberikan sejumlah masukan konstruktif. Program Edukasi K3 Berbasis Kelistrikan disarankan tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga masyarakat umum agar pengetahuan tentang penanganan awal korsleting listrik lebih luas. Program desa wisata diharapkan berkolaborasi dengan Kepala Wisata Desa Tompo Bulu, Irwandi. Sementara itu, pemetaan desa disarankan dilengkapi jalur penghubung antarkampung dan lokasi fasilitas umum menggunakan Google Earth.
Peserta juga mendorong mahasiswa untuk turut mengembangkan inovasi produk BUMDes, berkontribusi dalam desain promosi desa, serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan lain yang mendukung pengembangan desa.