Pencarian

Pariwisata Indonesia Tumbuh, Devisa Tembus Rp145 Triliun

Jumat, 11 September 2026 • 12:35:31 WIB
Pariwisata Indonesia Tumbuh, Devisa Tembus Rp145 Triliun
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan capaian kinerja sektor pariwisata dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

SULAWESI SELATAN — Kementerian Pariwisata melaporkan kinerja sektor pariwisata Indonesia tetap positif hingga Juli 2026. Tiga indikator utama, yakni kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), dan okupansi hotel, sama-sama mencatat pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan capaian tersebut di Jakarta, Jumat (11/9/2026). Menurutnya, kondisi global yang masih dinamis membuat pemerintah terus melakukan mitigasi dan memperkuat strategi pasar.

"Capaian ini tentu patut kita syukuri. Namun, situasi global masih sangat dinamis. Karena itu, Kementerian Pariwisata terus melakukan mitigasi, memperkuat strategi pasar, dan memastikan momentum pertumbuhan ini dapat terus dijaga hingga akhir tahun," kata Widiyanti.

Wisman Tembus 8,98 Juta, Pasar Asia dan Oseania Jadi Motor

Data BPS mencatat kunjungan wisman Januari-Juli 2026 mencapai 8,98 juta, tumbuh 5,23 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan terutama berasal dari pasar Asia dan Oseania.

Dari sisi devisa, Semester I 2026 mencatat 8,43 miliar dolar AS atau sekitar Rp145,13 triliun. Angka ini naik 2,88 persen dibanding Semester I 2025.

"Di tengah dinamika geopolitik, ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global, pariwisata Indonesia tetap menunjukkan ketahanan," ujar Widiyanti.

Wisnus Capai 737,85 Juta Perjalanan, Okupansi Hotel Naik

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyebut perjalanan wisnus Januari-Juli 2026 mencapai 737,85 juta perjalanan, tumbuh 3,34 persen. Sebaliknya, perjalanan masyarakat Indonesia ke luar negeri turun 3,25 persen menjadi 5,26 juta.

Tingkat okupansi hotel juga naik menjadi 49,13 persen, atau tumbuh 2,36 persen secara tahunan.

"Pertumbuhan pariwisata tidak cukup hanya diukur dari jumlah orang yang melakukan perjalanan. Yang ingin kita dorong adalah lama tinggal, belanja wisatawan, aktivitas usaha, serta manfaat ekonomi di destinasi," kata Ni Luh.

6.400 Desa Wisata dan Persiapan KEN 2027

Hingga 1 September 2026, Indonesia memiliki 6.400 desa wisata. Pemerintah juga menyiapkan KEN 2027 dengan target dukungan terhadap 125 event.

Widiyanti menegaskan keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan, tetapi juga dampak ekonomi yang ditinggalkan di daerah.

"Pariwisata bukan hanya tentang berapa banyak wisatawan yang datang, tetapi seberapa besar nilai ekonomi yang mereka tinggalkan di Indonesia dan seberapa luas manfaatnya dirasakan masyarakat," katanya.

Keselamatan Jadi Fondasi, Erupsi Anak Krakatau Batalkan 4.132 Penerbangan

Kemenpar memperkuat pelatihan keselamatan wisata bahari di delapan provinsi. Koordinasi juga dilakukan untuk pemulihan destinasi terdampak bencana, termasuk Bromo, Labuan Bajo-Flores, dan Desa Adat Sade.

Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada penerbangan dengan 4.132 penerbangan dibatalkan dan sekitar 450 ribu penumpang terdampak. Kemenpar mendorong penerapan force majeure agar wisatawan mendapat kemudahan refund dan reschedule.

"Keselamatan harus menjadi fondasi pariwisata yang berkualitas. Prinsipnya, melindungi manusia terlebih dahulu, mempercepat pemulihan destinasi dan mata pencaharian masyarakat, serta membangun kembali dengan lebih aman dan tangguh," ujar Widiyanti.

Menpar optimistis momentum pertumbuhan pariwisata dapat dipertahankan hingga akhir 2026 melalui kolaborasi pemerintah, industri, komunitas, dan masyarakat.

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rentak.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks