Pencarian

Bupati Bone Titipkan Putrinya di Sekolah Athirah, Testimoni Langsung yang Lebih Berharga dari Ratusan Spanduk

Minggu, 12 Juli 2026 • 19:01:02 WIB
Bupati Bone Titipkan Putrinya di Sekolah Athirah, Testimoni Langsung yang Lebih Berharga dari Ratusan Spanduk
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mempercayakan putrinya bersekolah di Athirah sebagai bentuk dukungan nyata.

BONE — Sebuah pengakuan sederhana dari Bupati Bone Andi Asman Sulaiman di hadapan publik menjadi alat promosi paling efektif bagi Athirah. “Saya titip putri saya di Athirah,” ucapnya, tanpa baliho atau video viral. Kalimat itu langsung menyebar sebagai bukti kepercayaan pribadi seorang kepala daerah.

Di tengah persaingan sekolah yang ketat, testimoni seperti ini tidak bisa dibeli. Orang tua, terutama yang memiliki anak perempuan, tidak sembarangan menitipkan buah hatinya. Apalagi jika yang menitip adalah bupati sendiri.

Bukan Sekadar Slogan, Ada Daya Juang yang Dijual

Athirah memperkenalkan konsep “5 AR” yang terdiri dari pintar, segar, bugar, tegar, dan benar. Namun, tantangan sesungguhnya bukan pada slogan, melainkan pada kemampuan mewujudkannya di tengah generasi yang tumbuh dalam kenyamanan berlebihan.

Menurut pengamat pendidikan yang hadir dalam acara tersebut, anak-anak saat ini pintar menggunakan gawai tetapi belum tentu tahan menghadapi kegagalan. Mereka mudah mengakses informasi, tetapi belum tentu kuat menerima kritik. Sekolah, kata mereka, dituntut mencetak manusia tangguh, bukan sekadar pintar.

Beasiswa Penuh untuk 37 Siswa, Kecerdasan Tak Boleh Kalah oleh Ekonomi

Dalam kesempatan yang sama, Athirah memberikan beasiswa penuh kepada 37 siswa. Langkah ini menjadi sinyal bahwa kecerdasan tidak boleh terhambat oleh keterbatasan biaya. “Bangsa ini terlalu sering kehilangan anak-anak hebat hanya karena persoalan ekonomi,” ujar salah satu perwakilan sekolah.

Kehadiran beasiswa itu juga menjadi kabar baik di tengah kekhawatiran bahwa biaya pendidikan masih menjadi tembok bagi banyak keluarga berprestasi.

Pertaruhan di Balik Acara Welcoming Day

Welcoming Day di Athirah kemarin mungkin tampak seperti acara biasa: siswa baru datang, orang tua hadir, foto bersama, lalu pulang. Namun, di balik itu ada pertaruhan besar. Para orang tua menitipkan masa depan mereka, dan sekolah menerima amanah yang tidak ringan.

Ukuran keberhasilan sekolah bukan berapa banyak siswa yang diterima, melainkan berapa banyak yang berhasil ketika keluar. Seperti kata orang tua zaman dulu: sekolah yang baik tidak perlu banyak bicara. Alumni-alumninya yang akan berbicara.

Bagikan
Sumber: katasulsel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks