MAKASSAR — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara resmi menutup perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Atrium Trans Studio Mall Makassar, Minggu (12/7/2026). Penutupan itu mengakhiri rangkaian acara yang berlangsung selama empat hari dan dinilai sukses dari sisi penyelenggaraan maupun dampak ekonominya.
Transaksi Langsung Rp 4 Miliar, Dampak Berganda Jauh Lebih Besar
Meski transaksi langsung di pameran tercatat sekitar Rp 4 miliar, Tito menekankan dampak ekonomi sesungguhnya tidak bisa diukur dari angka tersebut. Ia menyebut efek berganda terasa di berbagai sektor usaha di Makassar.
"Transportasi udara bergerak, transportasi lokal meningkat, hotel penuh, restoran ramai, jasa rental kendaraan meningkat, hingga UMKM di luar stan pameran juga ikut merasakan manfaatnya," jelas Tito dalam sambutannya.
Apresiasi untuk Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar
Dalam seremoni penutupan, Tito memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar atas keberhasilan menjadi tuan rumah. Prosesi penutupan ditandai dengan penabuhan alat musik Jalaka oleh Mendagri, didampingi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Ketua Dekranasda Kota Makassar Melinda Aksa.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada terutama jajaran Pemprov dan Bapak Wali Kota Makassar atas acara ini. Juga pengurus Dekranasda dan semua pihak yang telah membantu pelaksanaan acara ini di Kota Makassar. Acara ini tidak mudah dilaksanakan," ujar Tito.
Acara itu juga dihadiri Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, serta Ketua Dekranasda Sulsel Naoemi Octarina Sudirman. Mendagri turut menyerahkan piagam penghargaan kepada Munafri dan Melinda atas kontribusi mereka dalam pengembangan wastra dan kriya di Sulawesi Selatan.
Modal Besar Makassar untuk Event Nasional dan Internasional
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyebut kepercayaan menjadi tuan rumah HUT Dekranas merupakan momentum strategis. Ribuan peserta dari berbagai daerah selama empat hari pelaksanaan memberikan dampak positif terhadap sektor perhotelan, kuliner, transportasi, pusat oleh-oleh, hingga pelaku UMKM.
"Kita berharap dengan hadirnya kegiatan ini, ekonomi yang ada di Kota Makassar bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan yang ada di sini. Dampak yang paling nyata adalah hotel-hotel, restoran, rumah makan, pusat oleh-oleh, rental mobil, dan berbagai sektor usaha lainnya berputar sangat luar biasa," kata Munafri.
Menurutnya, keberhasilan ini menjadi modal penting bagi Makassar untuk terus dipercaya menyelenggarakan agenda nasional maupun internasional. "Pemerintah Kota Makassar akan terus memberikan hospitality terbaik kepada seluruh tamu yang datang sehingga Makassar semakin dikenal sebagai kota yang nyaman, ramah, dan layak menjadi tuan rumah berbagai event berskala besar," tutupnya.