JAKARTA — IHSG mengakhiri perdagangan awal pekan ini dengan kinerja negatif. Indeks sempat bergerak fluktuatif di kisaran 6.610 hingga 6.667 sepanjang sesi, sebelum akhirnya ditutup melemah karena aksi jual di sejumlah sektor utama.
Data Bursa Efek Indonesia mencatat nilai transaksi hari itu mencapai sekitar Rp13,59 triliun. Volume perdagangan tercatat 35,18 miliar saham dengan frekuensi lebih dari 2,1 juta kali transaksi.
Kondisi pasar masih didominasi tekanan. Sebanyak 348 saham ditutup melemah, sementara 300 saham menguat dan 315 saham lainnya bergerak stagnan.
Saham MEDS dan NZIA Catat Penguatan Dua Digit
Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham justru mencatatkan kenaikan signifikan. Saham MEDS memimpin daftar top gainers setelah melonjak lebih dari 34 persen. NZIA dan HALO menyusul dengan penguatan dua digit pada penutupan perdagangan.
Top Losers: Emiten Ini Alami Koreksi Terdalam
Sebaliknya, beberapa emiten harus menutup perdagangan dengan koreksi cukup dalam. Ketiga saham tersebut menjadi yang terbesar pelemahannya pada sesi hari ini, meski bahan tidak merinci nama dan persentase penurunan secara spesifik.
BULL, MEDS, dan MDIA Paling Aktif Diperdagangkan
Dari sisi aktivitas, perhatian pelaku pasar tertuju pada saham BULL, MEDS, dan MDIA yang mencatatkan frekuensi transaksi tertinggi sepanjang hari. Sementara itu, berdasarkan volume transaksi sejak awal perdagangan, saham BUMI, MDIA, MEDS, IATA, dan BNBR menjadi yang paling aktif diperdagangkan investor.
Sektor Industri dan Energi Jadi Penopang di Tengah Tekanan
Pelemahan IHSG tidak merata di semua sektor. Sektor perindustrian justru mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1,25 persen, disusul sektor energi yang naik 1,03 persen dan sektor kesehatan yang menguat 0,82 persen.
Tekanan jual terkonsentrasi pada sektor keuangan, teknologi, bahan baku, properti, infrastruktur, dan primer. Enam sektor ini menjadi penekan utama pergerakan indeks sepanjang sesi perdagangan.
Sentimen yang Perlu Dicermati Pelaku Pasar
Pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati sejumlah sentimen pada perdagangan berikutnya. Perkembangan ekonomi global, pergerakan harga komoditas, dan nilai tukar rupiah menjadi perhatian utama.
Dari dalam negeri, aktivitas Gunung Anak Krakatau turut disorot karena sempat memengaruhi sektor transportasi dan logistik. Fluktuasi pasar tetap perlu disikapi dengan strategi investasi yang sesuai profil risiko masing-masing investor.
Data perdagangan ini merupakan hasil penutupan Bursa Efek Indonesia pada Senin, 7 September 2026, dan dapat diperbarui apabila terdapat koreksi atau data resmi tambahan.