MAKASSAR — Bupati Luwu, Patahudding, secara tegas mengingatkan para mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin agar tidak membuat program yang hanya memenuhi kewajiban akademik. Menurutnya, esensi dari KKN adalah kerja nyata yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa.
"Namanya KKN, berarti kerjanya juga harus nyata. Jangan sampai program yang dibuat tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Susun kegiatan yang benar-benar memberi manfaat dan mampu membantu pemerintah desa maupun masyarakat," pesan Patahudding saat menerima rombongan mahasiswa di Makassar, Sabtu.
55 Mahasiswa Disebar ke 8 Kecamatan
Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Luwu, Hidayah, mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya mengajukan permohonan penempatan sekitar 500 mahasiswa KKN. Namun, berdasarkan kebijakan Unhas, alokasi yang diberikan untuk Kabupaten Luwu pada gelombang ini sebanyak 55 orang.
Para mahasiswa akan ditempatkan di delapan kecamatan, yaitu Bajo Barat, Kamanre, Larompong, Larompong Selatan, Suli, Suli Barat, serta beberapa wilayah lain yang telah ditetapkan sebagai lokasi KKN. Mereka akan menjalani masa pengabdian selama kurang lebih 45 hari.
Program Prioritas Pemkab: Kesehatan Cukup Pakai KTP
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Patahudding juga memperkenalkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Luwu kepada para mahasiswa. Fokus utama yang disampaikan adalah kebijakan di bidang pendidikan dan kesehatan yang tengah dijalankan pemda setempat.
Salah satu yang ditekankan adalah kemudahan akses layanan kesehatan bagi warga. Patahudding menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah memfasilitasi pembiayaan layanan kesehatan masyarakat melalui BPJS Kesehatan. "Warga cukup menggunakan KTP saat memperoleh pelayanan kesehatan," ujarnya.
Mahasiswa Diminta Semarakkan HUT ke-67 Luwu
Selain fokus pada program pengabdian, Bupati Luwu mengajak seluruh mahasiswa KKN untuk turut berpartisipasi dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Luwu yang ke-67. Ia berharap kehadiran para mahasiswa dapat menambah semarak berbagai kegiatan yang akan digelar bersama masyarakat di desa masing-masing.
Dosen Pembimbing KKN Unhas, Awaluddin, menambahkan bahwa hubungan antara Unhas dan Kabupaten Luwu sudah terjalin sangat baik sejak lama. Ia mencontohkan, banyak alumni Unhas yang pernah melaksanakan KKN di daerah tersebut dan kini menjadi tokoh penting di berbagai bidang di Luwu.
Apa Saja yang Perlu Disiapkan Mahasiswa KKN?
Bupati menekankan perlunya survei awal dan komunikasi intensif dengan perangkat desa sebelum menyusun program kerja. Kegiatan yang direncanakan harus mampu menjawab persoalan spesifik di lapangan, bukan sekadar meniru program dari desa lain. Langkah ini dinilai krusial agar pengabdian mahasiswa tidak sia-sia dan benar-benar dirasakan dampaknya oleh warga.