SIDRAP — Ada satu “pasukan” yang bergerak paling luas selama Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 di Kabupaten Sidrap. Bukan atlet atau panitia, melainkan tim kesehatan Dinas Kesehatan setempat yang menerapkan pola pelayanan tak biasa.
Mereka tidak menunggu pasien datang ke posko. Sebaliknya, tim medis justru “mendatangi potensi masalah lebih dulu” dengan menyisir setiap titik aktivitas peserta.
“Rumah, sekolah, sampai lapangan pertandingan dijangkau. Tidak ada titik kegiatan yang dibiarkan tanpa pengawasan kesehatan,” begitu pola kerja yang diterapkan selama pelaksanaan Porsenijar.
14 Tim Disiagakan, Dua RS dan Enam Puskesmas Ikut Dikerahkan
Untuk mengawal hajatan besar ini, Dinkes Sidrap menurunkan sedikitnya 14 tim kesehatan dan kegawatdaruratan. Mereka disebar di berbagai lokasi strategis, termasuk Stadion Ganggawa Pangkajene yang menjadi pusat kegiatan.
Dua rumah sakit daerah dan enam puskesmas juga ikut memperkuat respons cepat jika terjadi kondisi darurat. Langkah ini memastikan ribuan peserta yang memadati Sidrap tetap dalam pengawasan.
Prinsip “Cepat Tanggap, Peduli” Jadi Pegangan di Lapangan
Kepala Dinas Kesehatan Sidrap Dr. Ishak Kenre menegaskan satu prinsip kerja yang menjadi pegangan seluruh tim medis: “Cepat Tanggap, Peduli dalam melayani.”
Prinsip itu bukan sekadar slogan. Di lapangan, tim kesehatan benar-benar bergerak aktif melakukan layanan mobile service, menjangkau titik-titik yang tidak selalu terlihat publik.
Layanan Humanis: Tidak Hanya Cepat, Tapi Juga Menenangkan
Pendekatan ini dipadukan dengan layanan humanis. Petugas kesehatan diminta tidak hanya sigap, tetapi juga ramah, empatik, dan hadir sebagai penolong yang menenangkan.
Di balik hiruk pikuk pertandingan, tim kesehatan bekerja seperti “bayangan sunyi” yang memastikan semuanya berjalan aman. Sidrap pun bukan hanya jadi panggung olahraga dan seni, tetapi juga panggung besar bagi layanan kesehatan yang benar-benar turun sampai ke akar aktivitas manusia.