Pencarian

Konsolidasi Asuransi BUMN oleh Danantara Dikebut, BRI Insurance Ikut Proyek Perdana

Kamis, 18 Juni 2026 • 11:28:31 WIB
Konsolidasi Asuransi BUMN oleh Danantara Dikebut, BRI Insurance Ikut Proyek Perdana
Proses konsolidasi asuransi BUMN oleh Danantara resmi dimulai dengan partisipasi BRI Insurance.

SULAWESI SELATAN — Wakil Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Bidang Statistik, Riset, dan Analisis, Heri Supriyadi, mengonfirmasi bahwa proses konsolidasi sudah memasuki tahap konkret. Heri yang juga menjabat Chief Compliance and Risk Officer di PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) menyebut perusahaannya telah mengikuti acara pre-kick off proyek merger yang diberi kode "Proyek Denver" pada Senin lalu.

"Acara itu meresmikan bahwa proyek denver untuk perusahaan asuransi di bawah Danantara itu di-mergerkan. Ada sekitar 8 stream line, sehingga nanti dibagi-bagi proyek dan sebagainya. Sudah bisa mulai bekerja untuk saling diskusi," ujar Heri dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026).

Batas Waktu Ketat: Juli 2026 hingga Januari 2027

Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengungkapkan peta jalan konsolidasi yang cukup ketat. Tahap awal melibatkan konsultan yang harus menuntaskan kajian pada 31 Juli 2026. Setelah itu, pada September 2026, proses merger harus sudah dimulai dan ditargetkan selesai pada akhir tahun. Seluruh proses diharapkan tuntas pada Januari 2027.

Meski jadwal sudah mengerucut, Budi mengakui masih ada ketidakpastian besar. "Nanti siapa yang akan menjadi cangkang atau lainnya, itu masih belum kelihatan hilalnya," katanya.

Menurutnya, transfer portofolio menjadi tantangan tersulit, khususnya untuk lini bisnis asuransi penjaminan. Budi menduga PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) akan menjadi cangkang bagi unit penjaminan yang dimerger.

OJK Awasi Ketat, Nasib Pemegang Polis Jadi Prioritas

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara terkait rencana ini. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyatakan pihaknya telah menerima penyampaian rencana dari Danantara. Rencana itu mencakup konsolidasi penuh dan selektif untuk asuransi umum konvensional, merger untuk asuransi jiwa, serta akuisisi dan transfer portofolio untuk asuransi syariah.

"Kami pada prinsipnya mendukung langkah penguatan industri yang dapat meningkatkan efisiensi, kapasitas permodalan, tata kelola, dan daya saing, sepanjang dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku serta tetap memperhatikan perlindungan pemegang polis," tegas Ogi dalam konferensi pers RDK OJK, Jumat (5/6/2026).

OJK mengaku terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan agar proses konsolidasi berjalan terukur dan tidak mengganggu layanan kepada masyarakat.

Tekanan Ganda: Spin-Off Syariah dan Kinerja yang Terseok

Konsolidasi ini terjadi di tengah tekanan lain yang membayangi industri. Pada akhir 2026, seluruh perusahaan asuransi diwajibkan memisahkan (spin-off) unit usaha syariah mereka. Budi Herawan mengingatkan bahwa beban ganda ini berpotensi memengaruhi kinerja asuransi umum, reasuransi, hingga asuransi jiwa tahun ini.

Di sisi lain, kondisi beberapa perusahaan asuransi BUMN dinilai tidak sehat. "Apakah akan mendapat suntikan modal atau setelah merger baru dilakukan? Kami juga masih belum tahu," ujar Budi. AAUI sendiri mengaku telah beberapa kali memberikan masukan agar konsolidasi tidak menimbulkan kekhawatiran di pasar.

Dengan tahapan yang baru dimulai, publik pelaku industri masih menunggu kepastian siapa yang akan menjadi induk dan bagaimana nasib portofolio lama. Yang jelas, proyek Denver telah resmi berlayar.

Bagikan
Sumber: keuangan.kontan.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks